Catatan Kecil : Muharyadi
PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Semangat kebersamaan, persatuan dan gotong royong alumni SSRI-SMSR-SMKN 4 Padang lintas angkatan dalam memperingati Hari lahirnya sekolah (25 September 1965 – 25 September 2025) bersama warga sekolah menjadi kekuatan tersendiri bagi sekolah yang cuma ada tiga di Indonesia, di luar Yogyakarta dan Bali. Semua itu turut mewarnai peringatan ke 60 tahun sekolah berbasis budaya lokal tersebut.
Baca Juga : Ujang Hamidi, Pelukis Otodidak Bengkulu Melukis Pemandangan Alam dan Potret, Hasilnya Memukau
Konsep kebersamaan, persatuan dan gotong royong dibuktikan para alumni lintas angkatan yang turut berpartisipasi mulai dari persiapan kegiatan, pembagian kerja hingga sumbangan untuk kegiatan mereka bersatu padu, mulai dari kebutuhan makan, minum dan lain lain.

Begitu juga warga sekolah, mulai dari peserta didik guru dan karyawan juga bergotong royong melalui iyuran bersama sejak beberapa minggu lalu sebelum datang waktunya melaksanakan kegiatan puncak Hari Ulang Tahun sekolah ke 60. Cara yang dilakukan sekolah melalui kegiatan “badoncek” di awal bulan, juga dengan peserta didik yang dikelola langsung OSIS sekolah.
Kesemuanya tidak mengendorkan semangat kebersamaan antara warga sekolah dan alumni untuk menggelar kegiatan secara sederhana dan penuh hikmat di kampus SMKN 4 Padang, Cangkeh, Lubuk Begalung, Padang sejak beberapa hari sebelum kegiatan puncak 25 September 2025 dan sesudah kegiatan puncak berlangsung tanpa menganggu aktivitas pembelajaran di sekolah.

Kepala SMK Negeri 4 Padang, Marnetti Yuniengsih B, dihadapan sejumlah alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang jelang HUT ke 60 berlangsung menyebutkan, kita turut mendorong dan mengapresiasi semangat warga sekolah, alumni serta masyarakat sekitar untuk bersama sama mengingat kembali hari bersejarah berdirinya sekolah yang cuma ada satu di Sumatera dan tiga di Indonesia yang dalam perjalanannya telah melahirkan banyak seniman seni rupa, pekerja seni, kryawan, wiraswatawan, tenaga pendidik tingkat menengah dan perguruan tinggi seni tanah air dan bidang bidang lainnya di Tanah air.
Sebagaimana saran Zardi Syahrir, salah seorang alumni jurusan seni lukis dan kini bertugas sebagai Kabag Persidangan DPRD Prov, Sumbar, bahwa untuk kegiatan Hari Ulang Tahun sekolah ke 60 tahun memang sepenuhnya diseragkan kepada pihak sekolah untuk menyelenggarakannya, dengan melibatkan guru, karyawan dan peserta didik sebagai panitia. Mereka sekaligus merasakan indahnya bersekolah di SMKN 4 Padang dengan banyak kompetensi yang ada di dalamnya meliputi Seni Rupa, Animasi, Broadcasting, Desain Produk Interior Landscaping, Seni Kriya, Akuntansi dan Pemasaran.
Hj. Nirmawati salah seorang alumni senior SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang dan mantan guru di sekolah pada usianya di atas kepala 70 an, masih banyak melibatkan diri dan bolak balik ke sekolah sejak juli, Agustus hingga pelaksanaan HUT sekolah. Bahkan dalam acara kesenian bernyanyi, menari ia ikut terjun langsung di lapangan.
Warsi Rosita alumni SMSR Negeri Padang angkatan 1981 dan mantan guru yang sengaja datang dari Pekan Baru dan membawa sejumlah teman teman seangkatannya diberbagai daerah, merasa senang bisa berkumpul bersama teman teman dari berbagai daerah melalui HUT sekolah. Bagaimana pun sekolah ini turut membesar saya dan kawan kawan untuk meraih mimpi dan prestasi di tengah tengah masyarakat, ujar Warsi Rosita yang akrab dipanggil Elok itu penuh semangat.
Desmawati umar alumni angkatan 1994 yang kini menjadi guru di salah satu SMP Negeri Batam meski tak bisa menghadiri langsung kegiatan di Kampus SMKN 4 Cangkeh, Padang tetap menjadi fasilitator untuk teman teman sengkatan yang turut menghadirinya agar kegiatan perayaan HUT sekolah berjalan sukses dan lancar.
Sebagaimana disampaikan Zirwen Hazry guru SMKN 4 Padang yang juga alumni SMSR angkatan 1988 menyebut bagai Ibarat pepatah Minang ; ““Nan buto pahambuih lasuang, Nan pakak palapeh badia, Nan patah pangajuik ayam, Nan lumpuah paunyi rumah, Nan binguang kadisuruah-suruah.” Artinya : Pepatah di atas menjelaskan bahwa tidak ada ciptaan satupun ciptaan Allah yang sia-sia, semua punya manfaat dan tujuan sebagaimana kekuatan pelaksanaan HUT ke 60 ini.
Menurut ketua panitia HUT ke 60 dari sekolah, Maizal Fitra, menyebut sejak seminggu menjelang HUT sekolah berlangsung telah diadakan sejumlah kegiatan di antaranya pameran seni rupa karya guru dan siswa. Untuk siswa di gelar kegiatan Lomba sketsa, Lomba konten Kreator, lomba lagu lagu religi, Lomba s enam kreasi, lomba senam anak Indonesia.
Sementara untuk keluarga besar sekolah digelar kegiatan Lomba manggiliang lado, Lomba Mangubak Karambia jo Mangukua karambia. Lomba mambuek teh talua, lomba sepak bola ria dan lainnya,” jelas Maizal Fitra lagi. (*)
