Jakarta, Semangatnews.com – Timnas Indonesia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada Kamis, 2 Oktober 2025, sebagai langkah awal persiapan menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, pelatih timnas, Patrick Kluivert, telah tiba lebih dahulu di Jeddah. Setibanya, ia langsung memantau King Abdullah Sports City Stadium, stadion yang akan menjadi tempat duel Tim Garuda melawan Arab Saudi dan Irak.
Kluivert bersama asistennya, Denny Landzaat, menyaksikan pertandingan antara Al-Ittihad dan Shabab Al-Ahli di stadion tersebut sebagai bagian dari langkah adaptasi.
Di dalam negeri, PSSI mengambil keputusan penting terkait akomodasi timnas. Meskipun SAFF (Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi) merekomendasikan hotel untuk rombongan Indonesia, PSSI memilih hotel sendiri — yakni Hotel Hyatt — dengan alasan kesiapan dan keamanan.
Manajer timnas, Sumardji, mengatakan bahwa staf sudah dikirim ke Arab Saudi lebih dulu untuk meninjau kondisi lokasi dan fasilitas. Berdasarkan survei itu, PSSI memutuskan lokasi menginap secara mandiri daripada mengikuti rekomendasi pihak lokal.
Skuad Indonesia sendiri akan dibentuk dari kombinasi pemain lokal dan pemain dari luar negeri. Para pemain dari BRI Super League akan berangkat terlebih dahulu, sedangkan pemain yang berkiprah di klub luar negeri akan menyusul antara 2 hingga 6 Oktober 2025.
Pada babak keempat ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2025, lalu melawan Irak pada 11 Oktober 2025.
Pertemuan Kluivert dengan stadion bukan hanya sekadar pengenalan arena, melainkan juga upaya mengenal spesifikasi lapangan, kondisi rumput, dan aspek teknis yang dapat memengaruhi strategi tim. Kegiatan ini dianggap penting untuk mengurangi kejutan saat pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, langkah PSSI menolak rekomendasi akomodasi dari SAFF mengisyaratkan keinginan untuk menjaga kendali terhadap aspek teknis dan kenyamanan tim. Hal ini bisa jadi strategi agar tim merasa tak bergantung pada pihak luar dan lebih leluasa dalam memanage kebutuhan logistik sendiri.
Kini, ketegangan dan harapan tinggi menyelimuti rombongan timnas. Dengan persiapan awal yang matang, pantauan venue langsung oleh pelatih, serta pengaturan akomodasi yang sesuai standar, Indonesia berupaya memasuki laga grup ini dengan pijakan kuat. Targetnya: tampil kompetitif dan menjaga asa untuk lolos ke putaran final.(*)
