Jakarta, Semangatnews.com – Pada lap pertama MotoGP Mandalika 2025, drama besar terjadi ketika Marco Bezzecchi melakukan manuver overtake di tikungan 7 dan menubruk bagian belakang motor Marc Márquez, menyebabkan keduanya tergelincir ke gravel dan memaksa Márquez keluar dari perlombaan.
Beruntung keduanya bangkit sendiri dan berjalan ke area medis, tetapi luka yang diderita Márquez tidak ringan — tim medis awal menyebut adanya indikasi patah tulang selangka kanan, sehingga Márquez harus segera diterbangkan ke Madrid untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meski rasa sakit jelas menghantui, Márquez menunjukkan kelas tinggi dalam sikapnya; ia menerima permintaan maaf dari Bezzecchi secara sportiv dan berdamai begitu insiden itu terjadi di lintasan, membuktikan bahwa rivalitas balap tak selalu harus diwarnai kepahitan.
Ducati sebagai tim Márquez mengonfirmasi bahwa hasil rontgen awal menunjukkan kerusakan di bagian selangka, namun diperlukan CT scan untuk menentukan apakah diperlukan tindakan operasi atau cukup penanganan konservatif.
Bezzecchi sendiri tidak dilaporkan mengalami patah tulang, namun ia harus menjalani pemeriksaan medis karena benturan keras yang dialaminya; luka memar dan kelelahan fisik menjadi hal yang harus dihadapi setelah insiden.
Bangkit dari insiden, Márquez sempat mengunggah pernyataan publik agar fans tidak langsung menyalahkan Bezzecchi, mengingat insiden seperti ini memang bisa terjadi dalam balap profesional — sebuah sikap meredam kritik negatif di media sosial.
Di paddock, suasana menjadi sedikit tegang ketika pihak Ducati dan Aprilia melakukan analisis insiden — bagaimana posisi pengereman Bezzecchi dan manuvernya menjadi kunci penilaian apakah insiden itu memang tak disengaja atau kelalaian agresif.
Insiden ini juga membuka catatan bahwa lintasan Mandalika memiliki karakter sulit: tikungan yang sempit, sifat aspal yang berubah, dan tekanan tinggi membuat margin kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar pada keselamatan pembalap.
Sikap Márquez mencuri perhatian karena meski sedang cedera dan tengah menghadapi sakit, ia tetap menjaga profesionalisme, tidak menuding secara frontal, melainkan menerima bahwa balapan besar memang memiliki risiko inheren.
Kemenangan rookie Fermin Aldeguer dalam balapan utama mendadak kalah sorotan dibanding drama antara Márquez dan Bezzecchi — insiden itu menjadi topik utama diskusi di media dan komunitas MotoGP.
Kini, publik menanti laporan medis definitif dari Madrid dan apakah Márquez akan melewatkan seri-seri berikutnya di musim 2025 — sambil berharap cedera ini tidak menghentikan momentum luar biasa dari rider sekelas dia.(*)
