SBY, Puan, Maruf Amin hingga Try Sutrisno Hadiri Perayaan HUT ke-80 TNI

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Monas, Jakarta menjadi saksi kebersamaan kala Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puan Maharani, Maruf Amin, mantan Wakil Presiden dan sejumlah tokoh nasional menghadiri upacara HUT ke-80 TNI, menandakan dukungan tinggi institusi sipil kepada militer dalam momen kebangsaan.

Acara berlangsung khidmat, dengan para pejabat kenegaraan dan pemimpin partai hadir mengenakan setelan formal, beberapa dari mereka—termasuk SBY dan Try Sutrisno—berpakaian PDL militer baru, yang menambah atmosfer militeris namun tetap elegan di antara saksi upacara.

Puan Maharani tampak memenuhi undangan kenegaraan sebagai Ketua DPR RI, berada di barisan tamu kehormatan, ikut menyaksikan defile pasukan dan atraksi udara TNI, sekaligus memberikan sambutan hormat kepada institusi pertahanan nasional.

Kehadiran Maruf Amin memperkuat nuansa lintas generasi dalam upacara, mencerminkan bahwa perayaan TNI tidak hanya milik militer semata, tapi juga bagian dari pijakan simbolik negara dan hubungan sipil-militer yang harmonis.

SBY, sebagai mantan Presiden dan tokoh militer sipil yang tetap aktif dalam dinamika politik nasional, hadir tidak semata sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai representasi fondasi demokrasi dan stabilitas negara yang menghargai institusi TNI.

Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden era Soeharto dan seorang purnawirawan militer, ikut menghadiri dan mengenakan PDL baru TNI, menambah semangat nostalgia dan penghormatan terhadap sejarah panjang institusi pertahanan di republik ini.

Dalam sambutan tertutup sebelum upacara utama, beberapa tokoh berdiskusi soal pentingnya pemantapan peran TNI sebagai komponen negara yang netral namun berfungsi menjaga kedaulatan, serta kerjasama sipil-militer dalam pembangunan nasional.

Momen militaris semakin terasa ketika para tokoh mengenakan PDL baru bersama dengan pejabat militer, defile pasukan melaju di hadapan mereka, dan atraksi helikopter serta pesawat tempur menghiasi langit Monas sebagai deklarasi kekuatan pertahanan.

Para tamu kehormatan diberi tempat terdepan di tribun kehormatan, dengan pandangan leluasa ke arena upacara, sehingga mereka dapat menyaksikan barisan pasukan, demonstrasi militer, dan pengibaran Bendera Merah Putih besar dengan jelas dan khusyuk.

Bagi publik, kehadiran tokoh seperti SBY, Puan, Maruf Amin, Try Sutrisno bukan sekadar seremoni — melainkan pengukuhan bahwa TNI tetap menjadi institusi kunci di balik stabilitas negara dan bahwa perayaan ulang tahun bukan hanya soal militer internal, tapi hubungan negara-rakyat yang saling mendukung.

Dengan barisan elite sipil dan militer berdampingan di Monas, HUT ke-80 TNI menjadi simbol soliditas nasional: bahwa ideologi, pemerintahan, institusi pertahanan, dan rakyat bersatu dalam bingkai kebangsaan yang kokoh.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.