Jakarta, Semangatnews.com – Dua siswi berbakat dari SMAN 2 Cilacap, Alya Meisya Nazwa dan Felda Triana Wati, berhasil mencuri perhatian publik dan dunia pendidikan setelah menciptakan sebuah inovasi cerdas bernama “Ompreng Pendeteksi Keracunan MBG”, yaitu alat pendeteksi makanan basi dan berpotensi menyebabkan keracunan, yang kemudian mengantarkan mereka meraih juara kedua dalam ajang bergengsi Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) tingkat nasional.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya kasus keracunan makanan yang masih kerap terjadi, terutama akibat makanan yang sudah tidak layak konsumsi namun tidak terdeteksi oleh pancaindra manusia, sehingga diperlukan solusi sederhana dan efisien yang bisa membantu masyarakat untuk lebih waspada dalam mengonsumsi makanan sehari-hari.
Alya menjelaskan bahwa Ompreng MBG bekerja dengan prinsip mendeteksi perubahan senyawa kimia atau bau tertentu yang timbul dari makanan yang mulai membusuk, dan alat ini dilengkapi sensor sederhana yang mampu memberikan peringatan dini jika makanan tersebut berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, alat ini dirancang dengan bentuk yang praktis dan mudah digunakan, menyerupai wadah makan portabel yang dapat digunakan di rumah, sekolah, maupun tempat kerja, dengan biaya produksi yang relatif murah sehingga berpotensi besar untuk dikembangkan secara massal dan dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Dalam ajang AHMBS, Ompreng MBG dinilai unggul karena tidak hanya menonjol dari sisi teknologi, tetapi juga mengusung semangat kepedulian sosial yang tinggi terhadap isu kesehatan masyarakat, terutama dalam konteks keamanan pangan dan kesadaran gizi di kalangan pelajar maupun keluarga muda.
Juri juga menilai inovasi ini sebagai wujud nyata dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, di mana dua siswi tersebut mampu menggabungkan pengetahuan kimia, biologi, dan teknologi sederhana untuk menghasilkan alat yang benar-benar aplikatif dan bermanfaat.
Felda menambahkan bahwa proses pengembangan alat ini tidak mudah, karena mereka harus melakukan serangkaian uji coba terhadap berbagai jenis makanan, termasuk daging, nasi, dan lauk pauk, untuk memastikan tingkat akurasi sensor dan kepekaannya dalam mengenali tanda-tanda pembusukan.
Pihak sekolah turut memberikan dukungan penuh melalui program riset dan inovasi siswa, di mana para guru pembimbing mendorong kreativitas peserta didik agar dapat menghasilkan solusi nyata bagi masalah yang ada di lingkungan sekitar, sesuai dengan semangat pendidikan berbasis proyek yang kini tengah digalakkan.
Keberhasilan Alya dan Felda ini pun menjadi inspirasi bagi banyak pelajar lain di Cilacap dan sekitarnya untuk berani berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat melalui ide-ide sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan pencapaian ini, Ompreng MBG tidak hanya diakui sebagai produk ilmiah yang menjanjikan, tetapi juga simbol dari semangat generasi muda yang peduli terhadap isu kesehatan dan keamanan pangan di Indonesia.
Kedua siswi tersebut berharap inovasi mereka dapat dikembangkan lebih lanjut bersama pihak industri dan lembaga riset agar suatu hari nanti Ompreng MBG bisa diproduksi secara luas dan membantu masyarakat dalam mencegah kasus keracunan makanan di berbagai daerah.(*)
