Jakarta, Semangatnews.com – Kegagalan akses situs maganghub.kemnaker.go.id pada hari pertama pendaftaran program Magang Nasional 2025 memicu kehebohan di kalangan fresh graduate, namun pihak Kemnaker menghimbau peserta agar tetap tenang karena registrasi masih terbuka beberapa hari ke depan.
Dalam pernyataan publiknya, Menaker Yassierli meminta agar calon peserta tidak tergesa-gesa dan membagi waktu lebih baik untuk mendaftar ketika sistem pulih, mengingat masa pendaftaran resmi berlangsung hingga 12 Oktober 2025.
Menurut laporan media, sejumlah calon pendaftar telah mencoba mengakses link pagi hari dan mendapati pesan seperti “This site can’t be reached”, sementara yang lain hanya melihat pengumuman bahwa situs sedang under maintenance.
KaltimPost misalnya melaporkan bahwa ribuan calon magang di Kalimantan Timur panik ketika laman MagangHub tidak bisa diakses di hari pertama pendaftaran, sehingga banyak yang khawatir melewatkan kesempatan.
Namun, MerahPutih menyebut bahwa pemadaman akses kemungkinan disebabkan oleh lonjakan trafik yang melebihi kapasitas server atau kegagalan teknis internal, dan bahwa tim IT sedang bekerja keras menyelesaikan perbaikan.
Pihak Kemnaker juga menekankan bahwa program magang ini menghadirkan banyak perusahaan mitra — lebih dari 600 perusahaan sudah mendaftar sebagai penyelenggara — yang siap menampung peserta ketika sistem sudah kembali normal.
Beberapa portal dan media menghimbau agar peserta segera mendaftar ketika akses kembali pulih, dan menyiapkan dokumen lamaran agar tidak tertunda saat proses pendaftaran kembali dibuka.
Kontan menuliskan bahwa link maganghub.kemnaker.go.id masih error pada pagi hari dan mengingatkan peserta agar bersabar serta tetap pantau pengumuman resmi.
Gangguan ini menjadi peringatan bagi Kemnaker dan instansi terkait agar lebih siap secara infrastruktur digital dalam pelaksanaan program besar berskala nasional, agar antusiasme peserta tak tertahan oleh masalah teknis.
Menjelang penutupan pendaftaran, publik akan menanti bagaimana tanggapan lanjutan Kemnaker, terutama apakah waktu perpanjangan pendaftaran akan diberi atau strategi lain agar calon peserta tidak dirugikan oleh masalah sistem.(*)
