Jakarta, Semangatnews.com – Aktris Mawar De Jongh melakukan transformasi drastis demi memerankan peran di film terbaru Sampai Titik Terakhirmu, termasuk memangkas berat badannya hingga 6 kilogram dan mencukur rambutnya sampai gundul, sebuah langkah ekstrem yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap karakter yang akan dimainkan.
Menurut pengakuannya, proses penurunan berat badan dan pemotongan rambut itu bukan keputusan impulsif, melainkan bagian dari persiapan profesional agar bisa lebih mendalami psikologi dan kondisi fisik karakter yang penuh luka dan konflik emosional.
Mawar menambahkan bahwa selama latihan fisik dan diet ketat tersebut, ia tetap dibantu tim medis dan nutrisi agar proses penurunan berat badan tidak merusak kesehatan tubuhnya — sebuah langkah perlu agar transformasi tidak dibayar mahal dalam aspek kesehatan.
Kepala kru film menyebut bahwa keputusan Mawar untuk benar-benar menggundul rambutnya memberi efek visual yang benar-benar memisahkan karakter perannya dari citra publiknya sebelumnya — menciptakan jarak emosional supaya penonton rela terbawa ke dalam kisahnya.
Transformasi hebat ini sudah sempat menjadi bahan pembicaraan sebelum syuting utama dimulai: publik penasaran bagaimana Mawar akan tampil tanpa rambut dan dengan tubuh lebih kurus, sebuah tantangan akting yang benar-benar berbeda.
Demi mempersiapkan adegan-adegan emosional intens di film tersebut, Mawar juga menjalani workshop akting menyeluruh, pendalaman latar karakter, serta latihan fisik ringan agar tubuhnya tetap kuat dan bisa hadir secara fisik serta mental dalam setiap adegan.
Produser film menyebut bahwa keberanian pemeran utama untuk merubah drastis diri bukanlah hal yang mudah, dan menunjukkan profesionalisme tinggi serta keyakinan bahwa penonton akan melihat upaya tersebut sebagai bagian dari seni dalam film.
Beberapa penggemar menyampaikan dukungan melalui media sosial, memuji tekad Mawar dan menanti bagaimana hasil akhirnya di layar — banyak yang menyebut bahwa transformasi semacam ini bisa menjadi titik balik kariernya sebagai aktris serius.
Meski transformasinya ekstrem, Mawar juga menekankan bahwa proses itu dilakukan secara bertahap, tidak terburu-buru, dan selalu dalam pengawasan medis agar tidak terjadi efek kesehatan negatif seperti kelelahan ekstrem atau masalah imun.
Dengan langkah penuh risiko tersebut, Mawar De Jongh membuktikan bahwa dedikasi terhadap seni akting tidak mengenal batas — bahwa keindahan film tak hanya ada di dialog dan sinematografi, tetapi juga di dalam tubuh dan jiwa para pemerannya.(*)
