Jakarta, Semangatnews.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar TNI dan warga kampung Moyeba di Distrik Moskona Utara setelah kabar paling memilukan datang: seorang prajurit telah gugur dalam serangan kelompok bersenjata, dan senjatanya turut dirampas.
Insiden tragis itu terjadi di siang hari ketika tim anjangsana Pos Moyeba, bagian dari Satgas Yonif 410/Alugoro, sedang menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat. Sekitar pukul 13.30 WIT, tembakan mendadak pecah dari semak-semak, menyasar rombongan yang tengah berjalan kembali ke pos.
Korban yang gugur diketahui bernama Praka Amin Nurohman, seorang putra Kebumen, Jawa Tengah. Dia turut dalam rombongan kecil yang baru saja mengakhiri kegiatan pembinaan masyarakat di kampung. Ketika tembakan meluncur, Amin langsung terjatuh sebelum rekan-rekannya sempat bereaksi.
Baku tembak pun berlangsung selama beberapa waktu. Rekan-rekan di jajaran tim anjangsana melawan dan membuka tembakan balasan, namun kawasan yang terbuka dan sudut pandang yang sempit membuat evakuasi jenazah berjalan perlahan.
Ketika situasi mulai mereda, petugas keamanan tiba dan langsung mengambil alih kendali area. Korban kemudian diangkat dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu menyebutkan bahwa kelompok yang melakukan serangan merupakan bagian dari TPNPB/OPM Komando Daerah Sorong Raya pimpinan Demi Moss. Dalam serangan tersebut, satu pucuk senjata milik almarhum berhasil dirampas oleh pelaku.
Kepolisian dan unsur TNI segera bergerak, mendirikan posko pengejaran dan melakukan penyisiran di sekitar Moyeba. Kodam menegaskan bahwa operasi akan terus ditingkatkan agar mereka yang bertanggung jawab dapat segera ditangkap.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti kampung halaman Amin. Warga berkumpul mendengar kabar itu, menyampaikan bela sungkawa dan doa agar kejadian serupa tak kembali terulang.
Keluarga Amin menerima kabar tersebut dengan hati remuk. Sang ibu dan istri belum bisa menerima bahwa kepergian itu nyata. Meski demikian, mereka tampak tegar menyambut jenazah untuk disemayamkan dan dikuburkan dengan penghormatan militer.
Pihak militer dan pemerintah daerah memastikan bahwa keluarga almarhum akan mendapatkan fasilitas pemakaman dan penghormatan penuh sebagai wujud penghormatan atas pengorbanannya.
Peristiwa ini kembali membuka luka panjang konflik di Papua. Bagi banyak pihak, insiden ini mengingatkan bahwa masih ada tugas besar yang mesti dijalankan untuk menyelesaikan akar persoalan keamanan dan perdamaian di wilayah timur Indonesia.(*)
