Ketika Juri & Host D’Academy 7 Turun ke Layar: Atraksi Pencak Silat Kipas dan Tari Memukau

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Di sela ketatnya persiapan babak kompetisi D’Academy 7, para juri, host, dan coach tampil berbeda dari biasanya: mereka unjuk kebolehan menunjukkan gerakan tarian dan pencak silat kipas yang eksotis. Momen ini menghadirkan kejutan di balik layar kompetisi dangdut paling bergengsi.

Publik sempat dikejutkan oleh foto-foto mereka menari dan memainkan kipas—bukan bernyanyi atau bergoyang dangdut—melainkan koreografi yang kaya unsur budaya. Gunakan kipas dalam gerakan silat, mereka memadukan kekuatan dan keanggunan.

Tidak sedikit juri dan coach yang terlihat fasih memainkan kipas, membentuk pola visual yang memikat. Gerakan tangan, langkah kaki, dan kelenturan tubuh turut memberi dimensi dramatis yang membuat penonton takjub.

Beberapa host yang selama ini dikenal energik di panggung bertransformasi menjadi penari kipas. Mereka tampil dengan busana kompakan yang mendukung visual gerak — kain lemah lembut, motif batik ringan, serta elemen warna yang menonjol.

Coach pun tak mau ketinggalan. Mereka menjalankan gerakan silat kipas dengan penguasaan teknik yang patut diacungi jempol. Kipas dilipat, dibuka, dilayangkan — semua diselaraskan dengan ritme dan ekspresi tubuh.

Aksi itu disiapkan sebagai bagian dari promosi musim D’Academy 7. Konsepnya: menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam kemasan modern, bukan hanya lewat musik, tapi juga lewat tarian dan seni bela diri khas Nusantara.

Di media sosial, foto dan video pendek penampilan mereka langsung viral. Netizen memuji keberanian juri dan coach menunjukkan sisi lain dari dirinya — bukan sekadar menikmati talent, tetapi juga menjadi bagian dari pertunjukan.

Beberapa reaksi menyebut bahwa aksi ini menambah nilai estetika kompetisi. Bukan hanya soal vokal atau panggung, tapi juga seni visual yang memperkaya pengalaman menonton. Orang jadi menunggu bukan hanya peserta, tapi kapan giliran juri dan host tampil.

Di balik persiapan, tim koreografi dan pelatih silat kipas bekerja keras. Penampilan ini bukan sekadar show-off: tiap gerakan diuji berulang kali agar sinkron dengan karakter mereka dan atmosfer acara.

Para kru produksi menyebut bahwa momen ini menjadi “jembatan budaya”. Panggung dangdut yang biasanya identik dengan gemerlap lampu dan musik hingar — kini diberi elemen budaya lokal lewat kipas dan teknik silat.

Bagi penonton Indonesia, aksi ini terasa menyegarkan: sebuah pengingat bahwa seni dan budaya bisa hadir dalam berbagai wujud, dan bahwa artis dangdut pun bisa menari serta bertarung estetis lewat kipas.

Melangkah ke episod selanjutnya, publik akan menanti: apakah para juri atau coach akan menampilkan aksi kipas di panggung kompetisi utama? Atau mungkin peserta juga akan ditantang memasukkan unsur kipas dan silat dalam koreografi mereka?(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.