Asap Muncul dari Gerbong KRL di Stasiun Tanjung Barat, Penumpang Panik Turun Massal

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pagi ini, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line menggegerkan penumpang setelah salah satu gerbong tiba-tiba mengeluarkan asap ketika berhenti di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 07.36 WIB dan langsung menjadi viral di media sosial.

Asap itu dilaporkan berasal dari rangkaian KRL nomor 1207, tepatnya di gerbong ke-8 dari belakang. Penumpang di gerbong khusus perempuan menyebut mereka tercium bau menyengat dan melihat asap tipis, yang kemudian memicu kepanikan.

Sesampainya di stasiun, banyak penumpang bergegas keluar dari kereta. Situasi menjadi sedikit kacau karena sebagian warga enggan tinggal di dalam gerbong yang mereka kira bisa membahayakan.

Menanggapi insiden itu, Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan bahwa petugas segera melakukan pemeriksaan awal di Stasiun Tanjung Barat. Setelah dinyatakan aman, kereta melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Minggu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Leza menjelaskan bahwa rangkaian baru diberangkatkan kembali pada pukul 07.47 WIB menuju Stasiun Jakarta Kota. Namun, insiden tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan sekitar 12 menit.

“Kami selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang, sehingga langkah pengecekan harus dilakukan,” ujarnya. Kereta yang terdampak kemudian diarahkan ke Dipo Manggarai untuk pemeriksaan lebih detail.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai sumber asap. Beberapa laporan menyebut bahwa asap muncul dari bagian bawah kereta, mendekati sistem elektrik atau bagian mekanik rangkaian.

KAI Commuter telah meminta maaf kepada masyarakat pengguna atas gangguan operasional ini. Pihak mereka menyatakan akan segera menyelidiki akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang.

Beberapa penumpang menyebut bahwa bau hangus muncul sesaat sebelum kereta berhenti di Tanjung Barat. Situasi ini makin memperkuat spekulasi bahwa asap berasal dari bagian mesin atau rangka kereta.

Di media sosial, video penumpang berhamburan dan gerbong berkabut tersebar luas. Warga pengguna KRL mengingatkan agar pihak operator meningkatkan perawatan dan inspeksi rutin kereta.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa insiden serupa pernah terjadi, meskipun dalam skala yang tidak sebesar ini. Kejadian hari ini menambah tekanan agar operator KRL memperkuat protokol keselamatan.

Pihak operator KAI Commuter menyebut bahwa mereka akan melakukan audit menyeluruh terhadap rangkaian, serta mengevaluasi sistem pemeliharaan dan suhu kerja komponen elektrik, agar kejadian seperti ini tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna KRL.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.