Jakarta, Semangatnews.com – Sektor pariwisata dalam negeri menunjukkan kebangkitan luar biasa sepanjang 2025. Berdasarkan data terbaru, periode Januari hingga Agustus 2025 mencatat 807,55 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), naik tajam sebesar 19,71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 674,6 juta perjalanan.
Lonjakan ini menjadi bukti bahwa aktivitas wisata domestik kian bergairah setelah beberapa tahun mengalami pelemahan akibat pandemi. Tren positif ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya diri untuk berwisata di dalam negeri, memanfaatkan berbagai destinasi yang kini semakin mudah diakses dan beragam.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan bahwa peningkatan mobilitas wisatawan domestik turut didorong oleh kemudahan transportasi, promosi wisata digital, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa wisata dan event pariwisata nasional.
Secara khusus, pada bulan Agustus 2025 saja tercatat 93,57 juta perjalanan wisatawan domestik, meningkat 23,31 persen dibanding Agustus tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan ini dikaitkan dengan momentum libur panjang, cuti bersama, dan sejumlah festival budaya yang digelar di berbagai daerah.
Menariknya, peningkatan aktivitas wisata tidak hanya memberi dampak pada sektor transportasi dan akomodasi, tetapi juga terhadap ekonomi lokal. Restoran, kafe, hingga pedagang kaki lima mengalami lonjakan permintaan dari wisatawan yang mengisi berbagai destinasi populer di seluruh Indonesia.
Kemenparekraf mencatat bahwa pada Semester I 2025 saja, jumlah perjalanan wisnus sudah mencapai 613,78 juta perjalanan, naik 17,70 persen dibandingkan Semester I 2024. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan pariwisata domestik tidak bersifat musiman, melainkan berkelanjutan sepanjang tahun.
Kepala BPS Pariwisata Nasional menjelaskan bahwa tren kenaikan ini juga ditopang oleh peningkatan daya beli masyarakat, perbaikan akses jalan tol lintas provinsi, serta promosi wisata yang masif melalui media sosial dan platform digital.
Pemerintah pun melihat peluang besar dari lonjakan ini untuk memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional. Dengan semakin banyaknya wisatawan lokal yang berwisata di dalam negeri, perputaran uang di daerah meningkat signifikan dan membuka lapangan kerja baru.
Bagi pelaku UMKM, momentum ini menjadi kesempatan emas untuk mengembangkan usaha berbasis pariwisata. Produk-produk lokal seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga homestay kini semakin diminati oleh wisatawan nusantara yang mencari pengalaman autentik.
Peningkatan ini juga menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas umum, mempercantik kawasan wisata, dan meningkatkan standar layanan agar wisatawan betah berkunjung lebih lama.
Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, Indonesia diprediksi akan mencatat rekor baru perjalanan wisata domestik pada akhir tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata nasional tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi bangsa.(*)
