Jakarta, Semangatnews.com – Pabrikan teknologi ternama resmi menghadirkan Legion Go 2 ke pasar Indonesia sebagai handheld gaming PC generasi terbaru yang siap bersaing di sektor perangkat gaming portabel. Perangkat ini dibanderol dengan harga resmi di Indonesia sekitar Rp 17,999,000 untuk periode peluncuran khusus.
Handheld tersebut mengusung layar OLED berukuran 8,8 inci dengan resolusi WUXGA (1920×1200), refresh rate 144Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR), yang sebelumnya hanya banyak ditemukan di laptop gaming kelas atas. Fitur tersebut menjanjikan visual super mulus dan sangat responsif untuk pengalaman bermain game AAA.
Dapur pacunya diperkuat oleh prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme berbasis arsitektur Zen 5, dengan konfigurasi hingga 32GB RAM LPDDR5X-8000MHz dan SSD hingga 2TB. Performa ini membawa Legion Go 2 di level yang sama atau bahkan melampaui beberapa laptop gaming portabel.
Untuk daya tahan, Legion Go 2 memiliki kapasitas baterai 74 Whr — sekitar 50% lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya — yang memungkinkan sesi bermain lebih lama tanpa harus sering mencari colokan. Sistem pendingin Legion Coldfront juga telah ditingkatkan untuk menjaga performa tetap stabil.
Keistimewaan lainnya termasuk desain kontroler yang dapat dilepas (detachable), joystick berbasis Hall effect, D-pad pivot yang besar, serta fitur tambahan seperti pembaca sidik jari (fingerprint reader) dan kickstand terintegrasi. Kontroler ini juga kompatibel dengan generasi sebelumnya.
Peluncuran di Indonesia dilakukan secara eksklusif melalui mitra e-commerce dan program promosi terbatas, dimana konsumen bisa mendapatkan bonus seperti Steam Wallet senilai Rp 1 juta serta cicilan 0 %. Ini diharapkan mendorong adopsi cepat di kalangan gamer dan penggemar PC portabel.
Walaupun harga tinggi, perangkat ini ditargetkan untuk segmen niche yaitu gamer hardcore yang menginginkan performa tingkat laptop dalam bentuk handheld. Beberapa pengamat menyebut bahwa harga tersebut mendekati laptop gaming kelas bawah—namun Legion Go 2 membawa keunggulan portabilitas.
Di pasar Indonesia, hadirnya Legion Go 2 memperkaya pilihan gaming portabel selain konsol tradisional dan laptop. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem gaming di Indonesia mulai bergeser ke perangkat yang lebih fleksibel dan portable.
Namun, ada tantangan: berat perangkat yang mencapai sekitar 920 gram—lebih berat dibanding sebagian pesaing—menjadi pertimbangan dari sisi kenyamanan penggunaan jam-lama. Ulasan awal menyebut bahwa meski performa tinggi, perangkat ini bukan untuk pengguna yang mencari ultra-portabilitas ringan.
Secara keseluruhan, Legion Go 2 hadir sebagai bukti bahwa handheld gaming PC semakin matang dan menjadi alternatif serius bagi gamer yang ingin kombinasi antara portabilitas dan performa tinggi. Di Indonesia, perangkat ini juga menjadi sinyal bahwa segmen gaming akan terus berkembang ke level baru.(*)
