Semangatnews, Pulau Punjuang- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Syafrizal. MM, mengatakan bahwa inovasi pembangunan desa akan memacu perekonomian anak nagari di Sumbar.
Hal itu ditegaskan Syafrizal saa menghadiri Bursa Inovasi Desa (BID) di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Jumat 2/11.
Dikatakan, bahwa salah satu dari NAWACITA Presiden Jokowidodo adalah membangun Indonesia dimulai dari pinggiran. Artinya Desa mengeroyok kota, maka dibangunlah Desa itu dengan kreatifitas-kreatifitas yang inovatif, sehingga pembangunan Nagari juga cepat dikebut, dan akan dapat pula memacu pekonomian Anak Nagari.”
Dalam program Inovasi Desa/Nagari ada tiga bidang yaitu infrastruktur, Perekonomian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).Dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas SDM ditambah pula dengan pembangunan yang bervariasi tentu akan berpengaruh pula terhadap perekonomian masyarakat itu sendiri. Perekonomian yang baik pasti pula akan meningkatkan kesejahteraan terhadap masyarakat Desa atau Nagari.

Mantan wakil Bupati Pesisir Selatan ini juga menambahkan bahwa “Anak Nagari sebagai masyarakat Nagari jangan berpangku tangan, mari bangun Nagari dengan Inovasi yang penuh kreasi, apalagi Sumber Daya Alam (SDA) Dharmasraya cukup berlimpah. Jangan biarkan orang luar yang memanfaatkan SDA kita, sudah saatnya kita bangkit, dirikan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) dan kelola dengan baik.
“Apalagi saya sudah ikut membangun dan mengelola Kabupaten Dharmasraya selama Delapan bulan, sehingga saya tahu dan merasakan betul bahwa SDA Dharmasraya luar biasa, baik di atas tanah maupun bahan galian yang terkandung di dalamnya”, ujarnya.
Kelolalah dengan inovasi dan kreasi yang baik untuk kesejahteraan Anak Nagari dan masyarakat Dharmasraya seutuhnya.
Ucok juga berharap kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Dharmaraya, dimana sekarang ini merupakan tahun politik, maka gunakan hak pilih kita, jangan “Golput” .Jaga ketentraman dan ketertiban, pilihan boleh berbeda namun tujuan tetap satu serta persatuan dan kesatuan tetap nomor satu.
Bupati Dharmasraya Sutan Riska menanbahkan “pembangunan sekarang ini diawali dari Desa atau Nagari, dana yang dikucurkan oleh pemerintah ke Nagari di Dharmasraya cukup banyak. Dari Alokasi Dana Nagari melalui APBD Kabupaten Dharmasraya sudah 1 Milyar dan dari Dana Desa juga 1 Milyar sehingga sudah 2 Milyar per Nagari.
Harapan Riska agar Wali Nagari lebih giat lagi bekerja, karena tahun 2019 Walinagari mendapat dana operasional 5 % dari Dana Desa. Masyarakat agar lebih berinovasi dalam membangun Nagari, jika kita bandingkan dengan Desa yang ada di Jawa, mereka tidak punya SDA tetapi karena punya inovasi maka Desa mereka maju.
Sebelumnya ketua Panitia Abdi Amri yang juga Kepala DPMN kabupaten Dharmasraya menyampaikan bahwa acara Inovasi Desa ini dihadiri oleh seluruh Kepala OPD Dharmasraya, seluruh Wali Nagari, ketua BAMMUS, KETUA TP. PKK Nagari, Ketua LPM Nagari, Camat se Dharmasraya dan lain-lain, yang berjumlah lebih kurang 250 orang, Kegiatan ini dibiayai oleh APBN melalui DIPA Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2018. ( Akral)
