PT Dirgantara Indonesia dan Korea Aerospace Industries Jalin Alih Teknologi Pesawat KT-1B Woong Bee

by -

Jakarta, Semangatnews.com – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menandatangani kerja sama strategis dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk mengembangkan dan memproduksi pesawat latih KT-1B Woong Bee. Kesepakatan ini tercapai dalam ajang ADEX 2025 di Seoul, Korea Selatan, dan menandai babak baru dalam hubungan industri pertahanan kedua negara.

Melalui kerja sama ini, PT DI akan menerima transfer teknologi dan hak alih produksi penuh atas pesawat KT-1B, menjadikan fasilitas Bandung sebagai pusat produksi dan perawatan resmi untuk pasar domestik maupun ekspor. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kedirgantaraan di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PT DI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Menurutnya, kemampuan dalam memproduksi pesawat latih ini akan menjadi pondasi penting dalam rantai suplai pertahanan Indonesia.

Proyek ini bukan hanya memberikan keuntungan industri semata, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang aeronautika. Ribuan tenaga ahli, teknisi, dan insinyur akan dilibatkan untuk menyerap teknologi terbaru dari KAI dan mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan dalam negeri.

Selain memproduksi untuk TNI Angkatan Udara, pesawat KT-1B juga diproyeksikan untuk menembus pasar ekspor, khususnya negara-negara yang membutuhkan pesawat latih dasar dengan biaya operasional efisien. Indonesia akan memainkan peran sebagai hub produksi yang melayani permintaan kawasan Asia dan Afrika.

Kolaborasi ini memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan yang sebelumnya telah bekerja sama dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4.5, KF-21 Boramae. Dengan proyek baru ini, hubungan kedua negara semakin erat dalam sektor pertahanan dan teknologi tinggi.

KAI sendiri menilai PT DI sebagai mitra ideal karena pengalaman panjangnya dalam memproduksi pesawat, mulai dari CN-235 hingga N-219. KAI juga memuji kemampuan teknis serta kualitas sumber daya manusia Indonesia yang terus berkembang pesat.

Pemerintah Indonesia menyambut kerja sama ini dengan positif dan menilai langkah tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam industri kedirgantaraan global. Kementerian Pertahanan memastikan bahwa hasil kerja sama ini akan mendukung kebutuhan operasional militer dan memperkuat daya saing industri nasional.

Ke depan, PT DI berencana memperluas kemampuan produksinya agar mampu mengintegrasikan komponen lokal yang lebih besar dalam pesawat KT-1B. Hal ini sejalan dengan program substitusi impor dan target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dicanangkan pemerintah.

Kerja sama strategis ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan. Dengan langkah konkret seperti ini, PT DI membuktikan diri bukan hanya sebagai pelaksana proyek, tetapi sebagai pionir yang membawa Indonesia menuju era kedirgantaraan modern.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.