Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan bahwa bahasa Portugis akan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari kerja sama strategis dengan Pemerintah Brasil yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Pengumuman tersebut disampaikan Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta.
Prabowo menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga menjadi simbol pembukaan babak baru dalam hubungan antarbangsa di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi. Ia menyebut kerja sama dengan Brasil memiliki nilai strategis karena kedua negara sama-sama menjadi kekuatan besar di kawasan masing-masing, baik di Asia Tenggara maupun Amerika Latin.
Menurut Prabowo, penguasaan bahasa asing merupakan kunci dalam menghadapi tantangan global dan memperluas jejaring kerja sama internasional. Bahasa Portugis, yang digunakan di lebih dari 10 negara dan menjadi bahasa resmi di banyak organisasi dunia, dianggap memiliki nilai strategis tinggi.
Pemerintah akan menugaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk segera menyiapkan kurikulum dan tenaga pengajar yang kompeten. Implementasi bahasa Portugis sebagai bahasa asing kedua di Indonesia direncanakan akan dimulai secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Jika rencana berjalan sesuai jadwal, bahasa Portugis akan diajarkan sebagai bahasa asing pilihan di sekolah menengah mulai tahun akademik 2026/2027 dan menjadi bagian wajib di sekolah dasar pada tahun akademik 2027/2028.
Langkah ini disebut sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo untuk memperluas wawasan global generasi muda Indonesia. Ia ingin memastikan siswa tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi lintas budaya yang lebih luas.
Selain kerja sama di bidang pendidikan, Indonesia dan Brasil juga sepakat memperkuat kemitraan ekonomi melalui perdagangan pertanian, energi, dan pertahanan. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani nota kesepahaman baru untuk meningkatkan ekspor-impor komoditas unggulan seperti kedelai, kopi, dan daging sapi.
Prabowo menilai kerja sama ini menunjukkan kedewasaan hubungan kedua negara yang kini memasuki fase lebih produktif dan saling menguntungkan. Ia juga berharap pelajar Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar lebih banyak tentang budaya dan sejarah dunia berbahasa Portugis.
Dengan kebijakan baru ini, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengajarkan bahasa Portugis secara nasional di sekolah. Langkah berani ini disebut sebagai upaya memperluas pengaruh diplomatik Indonesia di kancah global.
Prabowo menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa pembelajaran bahasa Portugis akan menjadi jembatan baru antara masyarakat Indonesia dan dunia internasional, khususnya komunitas negara-negara berbahasa Portugis yang terus berkembang di Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.(*)
