Jakarta, Semangatnews.com – Hubungan antara Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa resmi berakhir setelah masa panjang bersama. Sabrina telah menggugat cerai Deddy ke Pengadilan Agama Tigaraksa pada Oktober 2025, menandai akhir dari perjalanan rumah tangga mereka.
Pernikahan mereka berlangsung sejak 6 Juni 2022, namun kisah asmara mereka telah berjalan selama sekitar 12 tahun, termasuk masa pacaran yang panjang sebelum akhirnya menikah.
Alih‑alih diwarnai konflik terbuka, kedua pihak menyatakan bahwa keputusan berpisah diambil dengan pertimbangan bersama, bukan karena pengkhianatan atau kemarahan, tetapi atas dasar kejujuran dan kesadaran bahwa jalan masing‑masing sudah berbeda.
Sabrina dalam unggahan media sosial memilih kata‑kata yang tenang dan matang. Ia menyebut bahwa mengambil jalan berbeda bukan berarti berhenti mencintai. Deddy pun memberi pengakuan bahwa Sabrina adalah istri yang penuh kasih dan sabar, namun mereka menyadari bahwa cinta saja tidak cukup.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan rasa syukur atas semua kebersamaan yang telah dijalani. Banyak momen indah yang menjadi kenangan berharga dan mereka berharap tetap menjaga saling menghormati di antara mereka ke depan.
Meski keputusan cerai sudah diperoleh, proses hukum masih berjalan. Gugatan telah terdaftar dan pengadilan akan memprosesnya sesuai prosedur. Hingga saat ini, belum ada pengumuman mengenai persetujuan talak atau hak asuh anak, namun publik terus menunggu perkembangan.
Bagi banyak pengamat hiburan, perceraian ini membawa pesan bahwa tokoh publik juga rentan terhadap tekanan hubungan meski tampak ideal di luar. Nama besar, status selebriti, dan kemapanan bukan jaminan bagi kelanggengan rumah tangga.
Deddy yang berprofesi sebagai presenter, YouTuber dan mantan mentalis serta Sabrina yang dikenal sebagai model, aktris dan pembawa acara, telah menghadapi sorotan media sejak awal kisah mereka. Kini, sorotan kembali tertuju pada bagaimana mereka akan melanjutkan kehidupan masing‑masing.
Salah satu aspek yang disorot adalah bagaimana karier dan kehidupan publik keduanya akan berubah pasca‑perceraian. Apakah dampak terhadap brand, proyek kerja, atau publikasi pribadi akan besar? Waktu akan menunjukkan bagaimana mereka membangun kembali langkah.
Meski demikian, publik tetap memberi ruang bagi mereka untuk menjalani pilihan ini dengan damai tanpa stigma negatif. Banyak netizen yang memberikan dukungan agar keputusan ini menjadi transisi yang baik — bukan hanya berakhir dramatis.
Kesimpulannya, kisah Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga soal penerimaan bahwa kadangkala cinta harus berakhir dengan penghormatan satu sama lain, agar keduanya bisa melanjutkan hidup yang terbaik.(*)
