KNPI Apresiasi Pembahasan KAA oleh Presiden Korsel pada KTT APEC

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyampaikan apresiasi terhadap langkah Lee Jae‑myung, Presiden Korea Selatan, yang membahas kembali gagasan Konferensi Asia‑Afrika (KAA) dalam agenda KTT APEC 2025. Pernyataan ini muncul setelah Lee menyebut bahwa Korea Selatan banyak belajar dari semangat Bandung yang dicetus Indonesia.

Ketua Umum KNPI, Tantan Taufiq Lubis, menegaskan bahwa pengakuan dari Korea Selatan bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk menjadi pusat diplomasi generasi muda di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, diskursus tentang KAA yang muncul kembali mencerminkan relevansi nilai keseimbangan dan kemitraan yang diusung Indonesia sejak lama.

Lee dalam pidatonya menyebut bahwa nilai-nilai “dingin dalam persaingan, hangat dalam kemitraan” yang diusung KAA masih relevan bagi kebijakan luar negeri Korea Selatan hari ini. Ia menggarisbawahi bahwa Korea Selatan melihat Indonesia sebagai mitra penting yang menebarkan gagasan dasar diplomasi baru di dunia pasca perang dingin.

Tantan menyebut bahwa pertemuan di KTT APEC ini membuka pintu bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam konteks kerja sama regional dan global. “Pengakuan terhadap peran historis Indonesia dalam KAA tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis bagi posisi Indonesia di forum-internasional,” ujarnya.

KNPI berharap bahwa tema itu akan diterjemahkan ke dalam aksi nyata seperti peningkatan partisipasi pemuda Indonesia dalam dialog diplomasi, program pertukaran generasi muda Asia-Afrika, dan kolaborasi lintas negara yang melibatkan ragam sektor. Tantan menyatakan bahwa pemuda Indonesia memiliki potensial menjadi duta nilai KAA di era digital dan multipolar.

Dari pihak Korea Selatan, pembahasan tentang KAA dihadapkan pada tantangan masa kini seperti transformasi digital, perubahan demografi, dan kebutuhan konektivitas antar negara. Lee menyatakan bahwa semangat Bandung memberi inspirasi dalam merumuskan kebijakan luar negeri yang tidak terjebak dalam satu blok.

Indonesia sendiri mencermati bahwa pengakuan tersebut bisa memperkuat posisi nasional dalam diplomasi regional. Pemerintah berharap agar pertemuan bilateral di sela KTT APEC mampu menghasilkan program konkret yang menyambung tradisi KAA dengan kebutuhan masa kini, terutama kerja sama Selatan-Selatan.

Para analis menilai bahwa langkah Korea Selatan mengangkat kembali KAA bisa menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat soft-power di Asia-Pasifik. Bagi Indonesia, ini peluang menghidupkan narasi Bandung dalam konteks generasi milenial dan globalisasi ekonomi yang semakin digital.

Namun, tantangan masih besar—mulai dari bagaimana memastikan bahwa bahasan strategis tersebut tidak hanya retorika, melainkan menghasilkan program konkret yang melibatkan masyarakat sipil, pemuda, dan pemerintah daerah. KNPI mengingatkan bahwa nilai KAA akan cepat kehilangan relevansi jika tak diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Tantan menutup dengan harapan bahwa apresiasi Korea Selatan akan menjadi titik awal bagi kerja sama yang lebih luas. Ia mengajak seluruh komponen bangsa dan pemuda Indonesia untuk mengambil bagian aktif dalam diplomasi generasi bangsa, memperkuat posisi Indonesia tidak hanya sebagai negara besar secara geografis, tetapi juga sebagai pemilik nilai yang berdampak global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.