Warga Jati Padang Terguncang: Malam Tanpa Tidur Usai Tanggul Baswedan Jebol

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Jalanan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mendadak kacau setelah tanggul Baswedan jebol pada sore hari akibat hujan deras. Lewat lubang tanggul, air sungai meluap ke permukiman warga hingga menggenangi rumah-rumah di lima RT.

Warga yang merasakan kejadian itu menyebut suasana menjadi genting karena dinding-dinding tanggul yang semula menahan debit air kini runtuh, dan sisa struktur tanggul terlihat setengah hancur.

Seorang penghuni rumah dua lantai bernama Hasan mengaku tak berani tidur di malam hari karena khawatir terjadi keruntuhan rumah secara mendadak. Ia bersama keluarganya memilih mengungsi sementara ke rumah teman.

Ketinggian air di lokasi mencapai sekitar 40 sentimeter ketika luapan terjadi, dan arus air yang deras membawa sampah serta material tanggul ke dalam permukiman. ‎BPBD DKI mencatat bahwa genangan masih berlangsung di sejumlah RT hingga pagi hari.

Tanggul Baswedan sendiri dibangun pada tahun 2017 sebagai pengendali luapan sungai di wilayah tersebut. Namun pada kejadian kali ini, titik jebol berada di lokasi berbeda dari insiden sebelumnya pada Juli lalu.

Petugas langsung memasang tanggul darurat berupa karung pasir di sepanjang sisi tanggul yang rusak guna menahan arus masuk ke permukiman lebih lanjut. Meski demikian, warga masih merasakan was-was saat malam tiba.

Wali RW setempat mengungkap bahwa beberapa keluarga memilih tetap di rumah sore hari untuk membersihkan rumahnya, namun begitu mendekati malam banyak yang memilih tidur di tempat lain. Kondisi ini menunjukkan kegelisahan yang masih tinggi di tengah masyarakat.

Sebagian anak-anak di sekitar lokasi bahkan terlihat bermain di genangan air saat siang setelah air mulai surut, kondisi yang dinilai cukup berisiko mengingat arus masih tersisa dan material tajam berserakan.

Pemerintah kota dan dinas terkait disebut akan melakukan evaluasi kondisi tanggul dan menentukan skema perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak terulang. Warga berharap agar langkah perbaikan bisa segera dimulai sebelum musim hujan berikutnya.

Sementara itu, warga diminta tetap waspada dan menjaga barang-barang berharga di lantai dasar karena potensi banjir susulan masih terbuka, terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah hulu.

Dengan pengalaman malam tanpa tidur itu, warga menegaskan bahwa jangan sampai infrastruktur pengendali banjir menjadi sumber ketakutan—mereka berharap tanggul dan sistem drainase mampu bekerja dengan baik saat musim hujan mendatang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.