Kolaborasi Global: Korea Selatan Siap Gandeng Indonesia dalam Proyek Mobil Nasional Berbasis EV

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Indonesia tengah menggenjot proyek ambisius untuk memproduksi mobil nasional dalam tiga tahun ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa telah ada pabrikan otomotif dari Korea Selatan yang menyatakan kesiapan untuk ikut membantu pengembangan mobil nasional di Tanah Air.

Dalam pernyataannya di sela-sela agenda KTT APEC 2025 di Kota Gyeongju, Airlangga menyebut bahwa pihak tersebut adalah Hyundai Motor, yang telah mengindikasikan minat untuk berpartisipasi dalam pengembangan kendaraan nasional yang berbasis elektrifikasi.

Ia menjelaskan bahwa kerangka kerja sama masih akan dibahas secara lebih mendetail karena menyangkut desain, basis kendaraan, dan tentunya basis teknologi yang bergerak ke arah kendaraan listrik (EV). “Mereka siap dengan modal tertentu dan itu perlu pembahasan lebih detail,” ujar Airlangga.

Lebih jauh, Airlangga menyampaikan bahwa selain Hyundai, beberapa perusahaan besar asal Korea Selatan—termasuk di bidang bahan baku dan investasi industri—juga menunjukkan komitmen untuk menanamkan investasi di Indonesia. Di antaranya disebut perusahaan yang bergerak di industri kimia dan logam.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa industri dalam negeri sudah dalam kondisi siap untuk merealisasikan proyek mobil nasional ini sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.

Program ini menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin melihat mobil buatan Indonesia meluncur dalam waktu dekat. Prabowo sebelumnya menyebut bahwa langkah awal telah diambil dan target mobil “buatan Indonesia” bisa tercapai dalam tiga tahun mendatang.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik produksi kendaraan nasional, sekaligus memperkuat ekosistem otomotif dan mobil listrik sebagai bagian dari transformasi industri.

Dari sisi teknologi, basis EV menjadi perhatian utama. Airlangga menegaskan bahwa kendaraan yang dikembangkan harus berbasis elektrifikasi agar sejalan dengan tren global dan komitmen lingkungan, serta memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa prosesnya tidak sederhana. Mulai dari desain, basis kendaraan, rantai pasok, hingga transfer teknologi harus dirancang dengan matang. Diskusi antara pemerintah dan pabrikan akan mencakup seluruh aspek tersebut.

Dengan sinyal kuat dari luar negeri tersebut, Indonesia menatap masa depan industri otomotifnya dengan optimisme. Jika kolaborasi ini terlaksana, maka bukan hanya produksi mobil nasional yang tercapai, tetapi juga penguatan posisi Indonesia sebagai pusat otomotif di kawasan Asia Tenggara.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.