Hasil Uji BBM Pertalite: Sesuai Spesifikasi, Meski Motor ‘Brebet’ Dikeluhkan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Isu banyak sepeda motor “brebet” atau tersendat setelah mengisi Pertalite di wilayah Jawa Timur memicu pengujian oleh pihak berwenang untuk memastikan kualitas bahan bakar tersebut.

Tim dari Lemigas bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM melakukan pengambilan sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Jawa Timur dan menguji di laboratorium.

Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas, Cahyo Setyo Wibowo, menyampaikan bahwa hasil uji menunjukkan bahwa sampel BBM tersebut “on specification” atau sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam SK Dirjen Migas Nomor 486 Tahun 2017.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra juga menegaskan bahwa pihak perusahaan telah membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU dan melakukan pemeriksaan kualitas di hampir 300 titik penyaluran di Jawa Timur agar tak menimbulkan keresahan masyarakat.

Meskipun hasil uji menyebut BBM sesuai spesifikasi, sejumlah pemilik motor di berbagai kota seperti Surabaya, Tuban dan Bojonegoro melaporkan bahwa motornya mengalami brebet setelah mengisi Pertalite. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait lebih dari sekadar mutu BBM.

Dalam penjelasan para ahli, brebet atau tersendatnya motor bisa juga disebabkan oleh faktor teknis kendaraan—seperti busi, sistem injeksi atau tekanan pompa bensin—dan tidak secara otomatis berarti kualitas BBM yang buruk.

Pemeriksaan visual dan uji “pasta air” yang dilakukan di dua SPBU di Surabaya tidak menemukan adanya kandungan air dalam BBM. Hasil ini menguatkan bahwa penyebab utama gangguan motor belum bisa dipastikan berasal dari mutu Pertalite.

Meski demikian, pihak Pertamina dan Kementerian ESDM masih membuka ruang bagi keluhan lain dan melakukan investigasi lanjutan, terutama jika laporan serupa muncul di daerah lain selain Jawa Timur.

Pihak pemerintah menyebut bahwa langkah selanjutnya meliputi penguatan pengawasan distribusi, pelaporan konsumen yang cepat dan transparan, serta edukasi pengguna kendaraan agar memahami spesifikasi mesin mereka.

Kepala Ditjen Migas menegaskan bahwa prosedur penyaluran BBM termasuk standar operasional SPBU harus terus dijalankan secara ketat agar kualitas bahan bakar sampai ke tangan konsumen sesuai dengan standar yang berlaku.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa selain memastikan mutu BBM, faktor teknis kendaraan dan edukasi konsumen sama pentingnya. Masyarakat pun disarankan untuk tak terburu menyimpulkan penyebab masalah hanya dari satu faktor saja.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.