Jakarta, Semangatnews.com – Mohamed Hamdan Dagalo, yang lebih dikenal sebagai Hemedti, kini muncul sebagai figur paling dominan dalam panggung politik Sudan setelah kelompok paramiliter yang ia pimpin, Rapid Support Forces (RSF), berhasil menguasai bagian luas negara tersebut.
Hemedti lahir sekitar tahun 1974 atau 1975 di dalam suku Mahariya, bagian dari komunitas Rizeigat di wilayah Darfur, yang sebagian besar menggeluti peternakan unta dan migrasi padang rumput.
Ia berhenti sekolah ketika masih remaja dan mengawali pekerjaan sebagai pedagang unta yang melintasi gurun ke Libya dan Mesir sebelum terjun ke dunia militer dan milisi.
Pada awal militerisasinya, Hemedti bergabung dengan kelompok Janjaweed yang terkenal karena kekerasan di konflik Darfur, kemudian menjadi komandan penting dan naik pangkat dalam sistem militer Sudan.
Sejak 2013, ia secara resmi menjadi pemimpin RSF, yang merupakan reinkarnasi militer dari Janjaweed dengan dukungan negara dan partisipasi dalam ekspedisi luar negeri seperti ke Yaman.
Secara ekonomi, Hemedti juga membangun kerajaan bisnis melalui perusahaan keluarga seperti Al‑Junaid, yang berkecimpung di sektor pertambangan, transportasi, logistik, bahkan ekspor emas—yang memberinya salah satu posisi terkaya di Sudan.
Pada 30 Agustus 2025, Hemedti dilantik sebagai kepala pemerintahan paralel yang dibentuk RSF, menandakan posisi tawarnya yang melampaui militer ke ranah pemerintahan de facto.
Kendati demikian, catatan hak asasi manusia menunjukkan tuduhan berat terhadap RSF di bawah komandonya—termasuk pembunuhan massal, pemerkosaan, dan penjarahan selama kampanye militer di wilayah Darfur.
Dengan pengaruh militer, ekonomi, dan politik yang semakin terintegrasi, Hemedti berpotensi menjadi pemimpin yang mengatur Sudan menurut aksinya sendiri—meskipun tantangan legitimasi dan konflik tetap membayangi.
Kini masyarakat internasional dan Sudan sendiri mengamati apakah kekuasaan yang dikuasainya akan terstruktur melalui pemerintahan formal atau berlanjut sebagai kendali paramiliter yang mengabaikan keabsahan sipil.(*)

