Jakarta, Semangatnews.com – Otoritas kesehatan di Jalur Gaza menyampaikan bahwa mereka menerima tambahan 45 jenazah warga Palestina yang dipulangkan oleh pihak Israel melalui Komite Palang Merah Internasional dalam beberapa hari terakhir.
Angka itu menambah jumlah total jenazah yang telah dikirimkan ke Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober menjadi sekitar 270 orang.
Pihak medis dan forensik di Gaza menyebut bahwa jenazah‑jenazah tersebut kini tengah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan sesuai protokol. Beberapa jenazah masih dalam kondisi yang menyulitkan identifikasi karena kerusakan fisik.
Kegiatan pemulangan ini dilakukan sebagai bagian dari kerangka gencatan senjata—yang, selain menghentikan sebagian besar aksi militer besar, juga mencakup pertukaran tahanan dan sandera antara kedua belah pihak.
Meski angka pemulangan jenazah terus bertambah, kondisi di lapangan masih diliputi ketidakpastian. Warga Gaza yang keluarga‑nya menerima jenazah menyuarakan duka mendalam sekaligus pertanyaan soal nasib puluhan jenazah lain yang belum dikembalikan.
Di sisi politik, langkah Israel memulangkan jenazah ini tetap mendapat sorotan. Sebagian kalangan melihatnya sebagai langkah kemanusiaan, namun banyak pula yang mengaitkannya dengan tekanan diplomatik dan pertukaran kekuatan di arena konflik.
Organisasi kemanusiaan mengingatkan bahwa di balik angka ini terdapat kisah kehilangan dan trauma yang panjang bagi keluarga korban. Mereka mendesak agar proses identifikasi dan pemulangan dilaksanakan dengan transparan dan aman.
Lebih jauh lagi, kondisi Gaza pasca‑konflik tetap rapuh: infrastruktur banyak rusak, layanan kesehatan terbatas, dan keluarga korban sering menghadapi masalah psikologis akibat kehilangan sekaligus ketidakjelasan status jenazah.
Sementara itu, pihak Hamas menyambut pemulangan sebagai “kemenangan kecil”, namun menegaskan bahwa jumlah korban yang belum dikembalikan jauh lebih besar dan memerlukan perhatian internasional segera.
Dengan angka pemulangan yang kini mencapai 270, publik dan komunitas internasional kini memantau bagaimana langkah selanjutnya—termasuk proses pertukaran tahanan, langkah rekonsiliasi, dan pemenuhan komitmen gencatan senjata.(*)

