Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah insiden ledakan terjadi di lingkungan sekolah SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat siang. Beberapa siswa dan guru dilaporkan panik ketika suara keras mengguncang area sekolah.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kemudian mengonfirmasi bahwa salah satu siswa sekolah tersebut disebut sebagai terduga pelaku ledakan.
Saat dikunjungi di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut kondisi terduga pelaku terus membaik.
Pihak kepolisian masih belum membeberkan identitas atau inisial siswa tersebut, dengan pertimbangan agar proses penyidikan berjalan tanpa hambatan.
Dalam keterangannya, Kapolri menyampaikan bahwa motif ledakan masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik. Bukti-bukti seperti tulisan, serbuk bahan peledak, dan konten media sosial siswa tengah dikumpulkan.
Beberapa kabar menyebut bahwa siswa bersangkutan digadang-gadangkan sebagai korban perundungan (bullying) yang kemudian bertindak ekstrem. Namun, Kapolri menegaskan bahwa informasi itu hanya salah satu dari sekian banyak yang akan dikonfirmasi.
Tim penyidik kini bekerja untuk mengumpulkan saksi-saksi, barang bukti, dan memetakan rangkaian kejadian sejak awal hingga ledakan terjadi. Kapolri mengatakan, “Itu salah satu yang kita kumpulkan terkait bagian dari upaya kita mengungkap motif.”
Sementara itu, siswa yang menjadi korban ledakan di ruang ICU mendapat perawatan khusus dan tidak diperbolehkan menerima kunjungan demi mencegah komplikasi.
Kepala sekolah SMAN 72 ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya bekerja sama penuh dengan kepolisian dan telah melakukan lockdown sementara untuk menjaga keamanan di lingkungan sekolah.
Orang tua siswa dan masyarakat sekitar Kelapa Gading turut melakukan pengecekan situasi. Beberapa orang meminta agar sekolah dan pihak terkait memperketat prosedur keamanan demi mencegah kejadian serupa.
Penyidikan diperkirakan akan memakan waktu karena penyidik harus mengurai akar motif, siapa yang membuat bahan peledak, serta bagaimana siswa tersebut mendapatkan atau merakitnya. Kapolri memastikan bahwa tak akan ada yang ditutup-tutupi.(*)
