Kirana Larasati Ungkap Kunci Kekuatan Jadi Ibu Tunggal yang Tangguh

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Aktris dan ibu tunggal Kirana Larasati berbagi kisah inspiratifnya dalam menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal, sambil tetap aktif berkarya dan menjalankan tanggung jawab profesional.

Sejak resmi bercerai dan memperoleh hak asuh penuh terhadap putra tunggalnya, Kyo, pada 2017, Kirana menegaskan bahwa peran sebagai ibu sekaligus perempuan karier menuntut keseimbangan yang tidak mudah.

Ia mengakui bahwa kebiasaan anaknya yang terbiasa melihat dirinya bekerja jauh dari rumah telah membantu adaptasi keluarga kecilnya dalam rutinitas baru. “Dulu waktu dia dari masih bayi, dia sudah terbiasa bahwa, ‘Bubu pergi dulu ya syuting’,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kirana menyebut bahwa dukungan dari ibunda‑nya sangat krusial dalam menjaga stabilitas rumah tangga dan emosinya sendiri. Ibunya tidak hanya membantu menjaga Kyo, tetapi juga memahami bahwa Kirana sebagai perempuan memiliki impian dan kebutuhan sendiri.

Menurut Kirana, memiliki jaringan dukungan keluarga seperti itu membuat ia bisa menghadapi tekanan ganda: menjadi provider sekaligus pengasuh. Ia menyebut bahwa tanpa dukungan tersebut, tantangan menjadi ibu tunggal mungkin akan terasa jauh lebih berat.

Meski sering bepergian untuk pekerjaan, hubungan Kirana dengan Kyo tetap hangat. Ia mengatakan bahwa walau kangen dan rindu muncul, sang anak mulai memahami bahwa ibunya bekerja demi masa depan keluarga. “Kangen tahu, dia tuh suka tanya, ‘Kapan pulang?’” katanya.

Namun demikian, Kirana juga menegaskan bahwa sebagai orang tua tunggal ia harus pintar membagi waktu—antara pekerjaan, mengurus anak, dan juga menjaga kesehatan mental serta fisik dirinya. Semua aspek ini ia kelola agar kondisi kehidupan tetap seimbang.

Dalam wawancaranya, ia mengajak perempuan yang berperan sebagai ibu tunggal untuk melihat kondisi bukan sebagai beban, melainkan sebagai tantangan yang bisa dijalani dengan kebanggaan. “Aku bersyukur sekali punya orang tua seperti ibuku yang mengerti bahwa aku seorang perempuan yang punya banyak mimpi,” ujarnya.

Kirana pun menegaskan bahwa dirinya tidak berhenti berkarier atau memendam mimpi hanya karena status tunggal. Ia ingin menunjukkan bahwa seorang ibu tunggal juga bisa tetap produktif, berdedikasi, dan bahagia.

Langkah yang diambilnya bisa menjadi contoh bahwa kombinasi tanggung jawab keluarga dan kerja bukanlah suatu hal yang memaksa salah satu harus dikorbankan, melainkan bisa berjalan beriringan dengan dukungan dan manajemen yang tepat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.