Setelah Dentuman Heboh, Sekolah Ikut Online – Kesiapan SMAN 72 Jakarta Disorot

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Aktivitas belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, diputuskan akan dilakukan secara daring mulai hari Senin mendatang. Keputusan ini diambil karena jaringan sekolah masih dalam proses sterilisasi setelah terjadi ledakan yang menimbulkan korban pelajar.

Menurut pernyataan dari Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, kegiatan belajar daring akan terus berlangsung hingga kondisi sekolah dinyatakan aman untuk digunakan kembali. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan langkah antisipasi demi keselamatan siswa.

Dia menambahkan bahwa sejak insiden ledakan, pihak sekolah dan aparat keamanan telah bekerja sama melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lingkungan sekolah. “Lingkungan sekolah masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para siswa. Ia menyampaikan bahwa selain kegiatan daring, sekolah akan memberikan pendampingan psikososial kepada siswa agar trauma pasca-ledakan bisa ditangani.

Ledakan terjadi pada hari Jumat lalu di lingkungan SMAN 72, yang kemudian dilaporkan menimbulkan puluhan pelajar luka-luka. Dalam konferensi pers, dikatakan bahwa sedikitnya 96 orang siswa menjadi korban luka akibat insiden tersebut.

Sementara itu, satu orang terduga pelaku telah diamankan oleh kepolisian. Namun, yang bersangkutan masih menjalani perawatan karena ikut terluka dalam ledakan. Pihak kepolisian menyebut proses penyidikan masih berjalan untuk menentukan motif dan kondisi yang mengarah ke peristiwa tersebut.

Sekolah sebagai institusi pendidikan kini berada dalam kondisi siaga – akses menuju lokasi dibatasi sementara waktu, dan tim sterilisasi masih aktif melakukan pembersihan serta pemeriksaan keamanan. Keputusan untuk sistem daring menjadi solusi sementara agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa menunggu kondisi fisik sekolah sepenuhnya pulih.

Orang tua siswa menyambut baik keputusan pembelajaran daring tersebut karena mengutamakan keselamatan. Meski demikian, beberapa orang tua juga mengkhawatirkan dampak kehilangan suasana kelas langsung terhadap kualitas pembelajaran.

Guru di sekolah tersebut pun diberitahu untuk bersiap memfasilitasi pembelajaran daring dengan berbagai platform digital. Kepala sekolah telah menginstruksikan agar seluruh guru mempersiapkan materi dan metode pembelajaran jarak jauh agar proses belajar tidak tertunda.

Pemerintah daerah serta dinas terkait juga berencana melakukan evaluasi kondisi sekolah secara menyeluruh sebelum pemakaian kembali ruang fisik sekolah. Mereka ingin memastikan agar tidak ada potensi risiko yang tertinggal setelah insiden ledakan besar tersebut.

Ke depan, pihak sekolah berharap bisa kembali membuka ruang kelas fisik namun hanya bila kondisi dinyatakan aman. Sementara itu, siswa dan orang tua diharapkan bisa saling bersinergi dalam proses daring ini agar hasil belajar tetap optimal meski dalam situasi darurat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.