Jakarta, Semangatnews.com – Di wilayah Asia Selatan, kekuatan militer tiga negara utama yakni India, Pakistan, dan Afghanistan kini menjadi sorotan publik dan analis strategis.
India menempati peringkat ke‑4 dunia dalam indeks kekuatan militer, sementara Pakistan berada di peringkat ke‑12.
Dalam hal personel aktif dan cadangan, India memiliki keunggulan signifikan atas Pakistan. Contohnya, India memiliki populasi angkatan tersedia yang jauh lebih besar.
Pakistan masih memiliki kekuatan yang jauh di atas Afghanistan dalam banyak aspek militer. Data terbaru menunjukkan indeks kekuatan Afghanistan berada di tempat yang jauh lebih rendah, peringkat ke‑118 dari 145 negara.
Dari sisi anggaran, India menghabiskan belanja militer yang jauh lebih besar dibanding Pakistan. Misalnya, pada 2024 anggaran militer Pakistan tercatat sekitar 10,2 miliar dolar AS, sementara India mencapai angka yang jauh lebih tinggi.
Komponen udara dan laut juga menunjukkan ketimpangan jelas antara India dan Pakistan. India unggul baik dalam jumlah pesawat tempur maupun aset maritim dibandingkan Pakistan.
Sementara itu, militernya Afghanistan menghadapi tantangan struktur yang besar setelah pengambilalihan pemerintahan oleh kelompok yang berkuasa pada 2021, sehingga kemampuan operasionalnya jauh tertinggal dibanding kedua tetangganya.
Konfrontasi perbatasan antar negara tersebut turut memengaruhi dinamika kekuatan militer. Contohnya, bentrokan dan pelanggaran wilayah antara Pakistan dan Afghanistan belakangan meningkat, menguji kesiapan masing‑masing angkatan.
Dari perspektif strategis, keunggulan India memberikan ruang manuver lebih besar namun juga membawa beban untuk mempertahankan dan modernisasi militer dalam konteks ancaman ganda: dari Pakistan dan kawasan lainnya.
Pakistan, di sisi lain, fokus memperkuat pertahanan terhadap India sekaligus menghadapi dinamika internal dan eksternal yang kompleks. Penguatan militer kadangkala diiringi tantangan ekonomi yang berat.
Sedangkan Afghanistan, meskipun punya posisi geografis strategis, masih membangun kapasitas militer dan menghadapi hambatan pengakuan internasional serta akses terhadap teknologi dan persenjataan modern.
Secara keseluruhan, peta militer Asia Selatan menunjukkan bahwa pertahanan bukan hanya soal jumlah personel atau senjata, tetapi juga kesiapan, modernisasi, serta hubungan geopolitik yang saling terkait.(*)
