Jakarta, Semangatnews.com – Kekalahan Indonesia U‑23 dari Mali dengan skor telak 0‑3 membuat pelatih Indra Sjafri menyoroti sejumlah kelemahan yang harus segera diperbaiki. Salah satu masalah utama menurutnya adalah pertahanan saat set‑piece, di mana pemainnya kurang disiplin dan mudah kecolongan di momen kritis.
Indra menekankan bahwa timnya sebenarnya sudah menunjukkan karakter dan sikap yang cukup baik selama pertandingan. Namun, kesalahan kecil — seperti kurangnya kontrol terhadap pemain lawan di area set‑piece — menjadi momok terutama saat menghadapi tim berkualitas seperti Mali.
Ia mengungkapkan bahwa pada gol pertama, pertahanan Indonesia gagal menjaga jarak dan pergerakan lawan dengan rapat, sehingga memungkinkan Sekou Doucoure menyundul bola hasil sepak pojok dengan bebas. Indra yakin bahwa jika komunikasi antarpemain lebih baik, situasi tersebut bisa dihindari.
Selain itu, Indra menyebut adanya kegagalan antisipasi di sisi pertahanan sayap. Ia mencatat bahwa gelandang pertahanan Kakang Rudianto sempat diambil alih posisinya oleh pemain lawan, dan hal ini berujung pada celah yang sulit ditutup. Sebagai pelatih, ia mengakui bahwa kesalahan ini cukup merugikan tim.
Meski kalah telak, Indra menegaskan bahwa penampilan timnya tidak sepenuhnya buruk. Ia menilai Garuda Muda sempat menguasai bola dan membangun beberapa serangan, tetapi sayangnya efektivitas penyelesaian akhir masih rendah. Kesempatan untuk mencetak gol sejatinya ada, tapi belum bisa dimanfaatkan secara klinis.
Menurut Indra, pertandingan uji coba seperti ini adalah momen krusial untuk memperbaiki struktur tim sebelum menghadapi kompetisi resmi besar seperti SEA Games mendatang. Ia menyebut kekalahan dari Mali bukan sekadar hasil, tetapi alat ukur kualitas tim di bawah tekanan lawan yang tangguh.
Ia juga memperingatkan para pemain bahwa melawan tim dengan kualitas tinggi seperti Mali, kesalahan sekecil apa pun akan langsung dihukum. Ini menjadi pengingat bahwa Garuda Muda harus membangun ketangguhan mental dan kedisiplinan taktik agar mampu bersaing di level internasional.
Di sisi lain, Indra menyatakan keyakinan bahwa komposisi pemain saat ini cukup menjanjikan. Ia menegaskan bahwa beberapa pemain belum mendapat kesempatan bermain dan laga berikutnya bisa menjadi kesempatan untuk melakukan rotasi dan evaluasi lebih dalam.
Dia juga menolak anggapan bahwa timnya hanya sekadar “uji coba.” Menurutnya, meski masih dalam fase persiapan, setiap pertandingan sangat penting dan harus diresapi sebagai batu loncatan untuk pertandingan kompetitif. Evaluasi harus dilakukan cepat dan tepat sebelum tahap selanjutnya.
Kata Indra, perbaikan dalam hal antisipasi dan komunikasi pertahanan akan menjadi fokus utama tim pelatih. Ia menekankan latihan set‑piece dan positioning sebagai prioritas dalam sesi latihan berikutnya agar tim lebih solid dan siap menghadapi tekanan.
Dengan nada optimis, Indra menyimpulkan bahwa kekalahan ini bisa menjadi titik balik bagi Garuda Muda. Ia percaya bahwa jika pelajaran dari pertandingan ini diolah dengan baik, timnas Indonesia U‑23 bisa berkembang dan tampil lebih baik di pentas internasional berikutnya.(*)
