Malewakan Gala Dr.dr.Rahyussalim Dt.Bagindo Nan Kuniang di LKAAM Sumbar Meriah

by -

Malewakan Gala Dr.dr.Rahyussalim Dt.Bagindo Nan Kuniang di LKAAM Sumbar Meriah

SEMANGATNEWS.COM- Sabtu 22 November 2025 suasana di gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau- LKAAM Sumbar di komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi terlihat ramai oleh Ninik mamak, Bundo kandung dan undangan tamu lainnya. Ada apa gerangan.

Rupanya hari itu adalah acara Alek Malewakan Gelar Sako Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang yang disandang oleh Doktor dr. Rahyussalim, Sp.OT(K). Ia adalah seorang dokter ahli stemsel dan pengobatan tulang belakang terkemuka di Indonesia. Acara ini ditata sedemikian rupa dengan Ketua Panitia Arfa K.MS.Dt. Tumanggung yang memang terlihat sibuk seminggu menjelang acara.

Ketua LKAAM Sumbar Prof.Fauzi Bahar Dt.Sati saat menyerahkan tongkat Penghulu kepada Dr Rahyussalim Dt Bagindo Nan Kuniang

 

Puluhan karang bunga ucapan selamat berjejer di sepanjang jalan depan gedung LKAAM. Acara cukup sukses dan meriah, dengan cuaca sangat bersahabat.

Gelar sako adat ini berasal dari kaum Suku Koto, Saniang Baka, Kabupaten Solok, merupakan balahan (asal keturunan) Kaum Suku Koto Balanti, Kota Padang. Gelar ini menjalani proses adat baju gadang babalah duo (baju satu dibagi dua) dari gelar sako Datuak Bagindo Nan Gadang yang juga hadir saat Palewakan gelar tersebut.

Pemasangan Keris oleh Gubernur Sumbar

Prosesi malewakan gala sako ini dihadiri banyak tokoh, baik dari nasional dan Sumatera Barat, Gubernur, Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, Forkopimda Sumbar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Prof Datok Sabarul Afian Mokhtar, MD.,Ph.D dari Malaysia, Kepala OPD, ratusan Ninik Mamak dari Pengurus LKAAM Sumbar dan LKAAM Kabupaten/Kota serta Bundo Kanduang.

Acara yang megah dan dibalut sentuhan adat Minangkabau ini, dimulai dengan penyampaian kronologi gelar sako adat- dimana proses yang ditempuh adalah membahasnya berkali-kali di dalam kaum hingga didapat kata sepakat kaum, hingga kemudian dilakukan pengambilan sumpah penghulu di Kaum Suku Koto, Saniang Baka, pada bulan Oktober 2025 lalu.

“Hari ini adalah malewakan gelar sako adat Datuak Bagindo Nan Kuniang yang disandang oleh Angku Rahyussalim dari Suku Koto Belanti yang merupakan balahan dari Suku Koto Saniang Baka. Gelar ini berupa baju gadang babagi duo dari Angku Datuak Bagindo Nan Gadang yang juga hadir pada hari ini,” kata Ketua Panitia Arfa Kasni Dt. Tumangguang menjelaskan.

Selain tokoh-tokoh yang hadir secara langsung dengan pakaian kebesaran adatnya, proses melewakan gelar sako Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang ini juga disaksikan oleh banyak kerabat, sahabat dan masyarakat luas melalui sarana live streaming zoom.

Rahyussalim Dt.Bagindo Nan Kuniang dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa dulu waktu mau merantau ke Jawa, ambo diingatkan, kok Ado yang batanyo, asa kampuang Dima, Mako katoan, barasa dari Saniangbaka. Dima Saniangbaka waktu itu ambo alun tahu, kenang Rahyussalim.

Bersama anak ke 2 Dr.Rahyussalim yang juga seorang dokter di acara Palewakan gala bapaknya.

Rahyussalim yang mempersunting gadis Ayu Sunda yang kini dikaruniai 3 orang anak yang semuanya adalah dokter, tidak pernah melupakan kampung. Dicari Dima sasok jarami dulunya. Ditelusuri, maka batamu bahwa beliau berasal dari Saniangbaka, kabupaten Solok.
Gala Datuak yang saya pukul merupakan tanggungjawab moral terhadap anak dan kamanakn termasuk urang kampung. Bak tamsil Kito juo. ” Kaluak Paku, Kacang Balimbiang, Tampuruang lenggang lenggokan, dibaok urang Saruaso. Anak dipangku, kamanakan dibimbing,urang kampuang dipatenggangkan, jago kampuang Jan binaso. InshaAllah, saya akan berbuat semampunya, sebut Rahyussalim, yang pernah mengabdi di jajaran TNI ini.

Sementara itu Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati mengatakan, pemberian gelar sako kepada Rahyussalim makin menguatkan masyarakat adat karena diisi oleh sosok-sosok yang beraneka latar belakang. Kali ini Datuak Bagindo Nan Kuniang memiliki kompetensi dibidang kesehatan.
Karena ketokohan Rahyussalim dibidangnya telah diakui, tidak saja di Indonesia, tetapi juga secara internasional, maka Datuak Bagindo Nan Kuniang hendaknya dapat pula bermanfaat untuk Sumatera Barat, baik dibidang kesehatan ataupun bidang lain, ujar FB Dt.Sati.

“Kita apresiasi Angku Rahyussalim Datuak Bagindo Nan Kuniang yang telah mau mengemban gelar sako adat ini. Sebab tanggungjawab seorang penghulu cukup berat, selain menjaga anak kemenakan, menjaga harta pusako, menyelesaikan sengketo dan juga ikut bersama-sama menjaga kelestarian adat Minangkabau,” kata Prof. Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati, yang juga Wali Kota Padang periode 2004-2014 ini.

Ketum LKAAM Sumbar FB Dt.Sati sangat memuji keberhasilan Rahyussalim dibidang ilmu Kedokteran. Tapi jangan lupa dibalik keberhasilan beliau itu yang hebat adalah kedua orang tua beliau yang menanamkan akhlak dan Budi pekerti sejak kecil sehingga beliau sukses sekarang. Ingat,tukas FB.Dt.Sati, doa orang tua untuk anaknya adalah doa yang tidak ada penghalangnya yang langsung diijabah Allah.

Sedikit menyilau latar kehidupan Rahyussalim, seperti disinggung Arfa Dt. Tumanggung, Beliau adalah dibesarkan oleh orang tuanya yang bekerja hanya seorang empel ban dekat rel keretaapi Belanti. Ambo dengan pak Rahyussalim seangkatan di SMA 3 Padang. Dan memang beliau juara terus. Diangkatan tersebut hanya satu satunya Rahyussalim yang jebol di FK UI, kenang Arfa Dt Tumanggung.

*Amanah*

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Syaiful Bahri, SP menyampaikan ucapan selamat atas pelewaan gelar adat kepada Rahyussalim berupa gelar sako Datuak Bagindo Nan Kuniang, sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk anak kemenakan dan nagari.

Dalam sambutan tertulis Gubernur mengatakan, seorang penghulu memiliki sifat, antara lain amanah, berakal, berilmu, bijaksana, sabar, dan jujur. Sifat-sifat ini penting karena penghulu berperan sebagai pemimpin adat dan pelindung bagi anak kemenakannya, sehingga harus mampu dipercaya dan menyelesaikan masalah secara adil.

Dalam adat Minangkabau disebutkan bahwa seorang penghulu harus memiliki sifat Siddiq atau harus benar dalam berucap dan bertindak. Tidak benar sendiri saja, tetapi tentunya kebenaran dengan panduan agama Islam yaitu Al Qur’an.

“Penghulu harus amanah atau dipercaya, fatanah atau cerdas serta tabliq atau menyampaikan arahan dan nasehat kepada anak kemenakan dengan baik, sabar dan bijaksana,” kata Gubernur seperti disampaikan Syaiful Bahri, SP.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.