Jakarta, Semangatnews.com – Suasana duka menyelimuti pemakaman aktor senior Epy Kusnandar, yang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi, 4 Desember 2025. Ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pria yang dikenal luas lewat perannya sebagai “Kang Mus” di serial populer.
Iring‑iringan jenazah tiba sekitar pukul 08.05 WIB. Saat peti dibawa masuk, istri almarhum, Karina Ranau, tampak memegang erat sebuah foto suaminya sambil menahan tangis. Di hadapan para pelayat, Karina menyampaikan pesan mengharukan: permohonan maaf bila selama hidup Epy punya salah, dan doa agar mendiang dipermudah perjalanannya ke akhirat.
Dalam ungkapan perpisahannya, Karina menceritakan bahwa pasangan tersebut telah bersama selama 22 tahun — masa yang penuh suka dan duka. Dia memohon agar para pelayat dan masyarakat yang mengenal sang suami bisa memaafkan segala khilafnya. Suaranya bergetar, dan suasana sakral itu membuat banyak yang tak kuasa menahan air mata.
Momen paling emosional terjadi saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Karina sempat tampak sangat terpukul dan harus dibopong oleh kerabat karena tak kuat menahan kesedihan. Putra dan keluarga besar berusaha menguatkannya, sementara para pelayat menabur bunga sebagai penghormatan terakhir.
Banyak rekan sejawat dari dunia hiburan hadir memberi penghormatan — menunjukkan betapa besar cinta dan rasa hormat kolega terhadap aktor yang telah memberikan banyak warna di industri film dan televisi Indonesia.
Kabar wafatnya Epy sendiri mengejutkan banyak pihak. Pria kelahiran 1964 itu meninggal dunia pada Rabu (3/12/2025) di usia 61 tahun, setelah mengalami penyumbatan di batang otak.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan ketika Epy mengaku bahwa beberapa tahun lalu dokter sempat memprediksi bahwa umurnya tak panjang karena kondisi tumor otak yang dideritanya. Namun Epy memilih berserah dan terus berjuang, menjadikan hidupnya inspirasi bagi banyak orang.
Kabar duka ini langsung memunculkan gelombang belasungkawa dari para penggemar dan kolega, serta lembaga perfilman seperti Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), yang menyebut Epy sebagai sosok aktor besar dan sederhana, penuh dedikasi terhadap dunia seni peran.
Kepergian Epy menjadi kehilangan besar bagi jagat hiburan Tanah Air — bukan hanya sebagai aktor, tetapi juga sebagai inspirasi bagi banyak generasi aktor muda. Karier panjangnya meninggalkan warisan karya yang akan terus dikenang.
Bagi keluarga, terutama Karina dan ketiga anaknya, hari ini bukan sekadar hari perpisahan — tetapi penutup lembut dari kisah hidup seorang suami, ayah, dan seniman. Harapan mereka kini tertuju pada doa dan kenangan.
Bagi publik dan penggemar, prosesi pemakaman ini menjadi momen refleksi: betapa karya dan kehadiran Epy di layar kaca menyentuh banyak hati. Sosoknya akan terus hidup dalam ingatan, tawa, dan air mata yang pernah dibagi lewat akting serta hidupnya.
Suasana haru di TPU Jeruk Purut menjadi pengingat akan perjalanan hidup Epy Kusnandar yang penuh dedikasi, cinta, dan inspirasi bagi dunia hiburan Indonesia. Momen ini menjadi saksi bisu bahwa meski telah tiada, kenangan dan karya tetap abadi.(*)
