Jakarta, Semangatnews.com – Hari Minggu (7 Desember 2025) dini hari, kota Kremenchuk, Ukraina, kembali menghadapi malam kelam. Serangan besar yang dilancarkan Rusia menarget fasilitas infrastruktur kritis di kota tersebut — menyebabkan pemadaman listrik, air, dan panas secara signifikan.
Menurut pengakuan wali kota setempat, Vitalii Maletskyi, dampak serangan menyebabkan banyak warga tak bisa mengakses kebutuhan dasar seperti listrik, air, dan pemanas. Layanan kota bekerja keras siang-malam untuk memulihkan kondisi.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang luas yang menarget berbagai fasilitas energi dan transportasi di Ukraina, dengan puluhan rudal dan drone dilepaskan ke sejumlah wilayah dalam satu malam.
Kremenchuk — kota yang terletak di tepi sungai Dnipro dan menjadi salah satu pusat industri penting Ukraina — kembali menjadi sasaran. Pada 2022 lalu, kota ini juga pernah diterjang rudal saat serangan terhadap pusat perbelanjaan, menewaskan banyak orang.
Kali ini, tak ada data definitif segera mengenai korban jiwa. Pemerintah lokal menyatakan bahwa informasi detail akan dirilis setelah penilaian kerusakan selesai dilakukan.
Namun kerusakan pada jaringan listrik dan air telah memaksa ribuan warga menghadapi malam dalam kondisi serba sulit. Pemadaman listrik dan air menyulitkan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko bagi warga rentan, terutama di tengah musim dingin.
Serangan terhadap infrastruktur sipil semacam ini dianggap sebagai bagian dari strategi perang yang menargetkan kehidupan harian masyarakat guna melemahkan semangat dan memukul ekonomi Ukraina.
Pemerintah Ukraina melalui kementerian luar negeri menyeru komunitas internasional untuk bereaksi tegas. Mereka mendesak penerapan sanksi lebih keras terhadap Rusia dan penguatan dukungan pertahanan bagi Ukraina.
Sementara itu, warga Kremenchuk diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi pemerintah lokal. Otoritas memperingatkan agar tidak menyebarkan foto ataupun video dampak serangan — guna menghindari kebingungan publik dan memberikan ruang bagi petugas memulihkan layanan.
Dalam jangka panjang, peristiwa ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur di Ukraina sejak invasi besar‑besaran. Kerugian ekonomi, sosial, dan kemanusiaan kemungkinan akan terasa lama, terutama bila serangan terus terjadi menjelang musim dingin.
Meski demikian, semangat warga dan upaya pemulihan terus digencarkan. Kota dan komunitas lokal — bersama bantuan dalam negeri dan internasional — berharap dapat bangkit kembali dan melindungi warganya dari dampak perang.
Semoga kedamaian segera tercapai dan warga Kremenchuk bisa kembali menikmati hidup normal tanpa takut serangan mendadak menghantam lagi.(*)
