Embung Lapangan Merah Resmi Dibuka, Pramono Optimis Tekan Banjir di Tiga RW Jagakarsa

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah kembali mengambil langkah strategis dalam mengatasi banjir di wilayah Jakarta Selatan dengan meresmikan Embung Lapangan Merah di Srengseng Sawah, Jagakarsa. Peresmian dilakukan langsung oleh Pramono Anung yang menegaskan bahwa pembangunan embung ini merupakan solusi konkret untuk menampung limpasan air dari kawasan hulu yang selama ini menjadi penyebab utama banjir.

Embung yang memiliki luas hampir 5.000 meter persegi itu dirancang untuk menahan aliran air dari daerah perbatasan Depok dan Universitas Indonesia. Dengan kapasitas tampung yang besar, embung ini diharapkan mampu mengurangi frekuensi banjir di tiga RW terdampak yakni RW 15, RW 16, dan RW 18.

Menurut Pramono, perhitungan teknis menunjukkan bahwa embung ini dapat mengurangi genangan banjir di wilayah tersebut hingga 35 hingga 50 persen. Ia menyebut angka ini sebagai capaian yang realistis dan dapat tercapai bila perawatan embung dilakukan secara maksimal.

Sebelum adanya embung, warga di tiga RW itu kerap menghadapi banjir setiap kali hujan deras mengguyur. Genangan air yang muncul bahkan acap kali menghambat aktivitas masyarakat, terutama saat intensitas hujan tinggi dalam waktu singkat.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia mengingatkan agar Pemprov DKI dan instansi terkait memastikan embung tetap berfungsi optimal, bukan hanya selesai dibangun namun juga terawat dengan baik.

Ia juga meminta agar perluasan area tampungan air di wilayah lain segera direalisasikan. Menurutnya, Jakarta membutuhkan lebih banyak titik penahan air untuk mengimbangi curah hujan ekstrem serta limpasan air dari daerah hulu yang semakin tidak menentu.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) turut menyampaikan bahwa embung ini merupakan salah satu dari rangkaian proyek pengendalian air yang sedang digalakkan di ibu kota. Pemerintah menargetkan pembangunan sejumlah embung dan waduk tambahan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.

Warga yang bermukim di sekitar embung menyambut peresmian ini dengan penuh harapan. Mereka berharap proyek tersebut benar-benar mampu mengurangi banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan.

Meski begitu, beberapa warga juga menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa mengandalkan satu infrastruktur saja. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga penataan lingkungan yang lebih baik juga dibutuhkan untuk dampak yang lebih maksimal.

Pembangunan Embung Lapangan Merah dinilai sebagai langkah positif dalam transisi Jakarta menuju penanggulangan banjir modern berbasis infrastruktur hijau. Pendekatan ini dianggap lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan metode konvensional sebelumnya.

Para pengamat menilai embung ini bisa menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki karakter serupa. Jika berhasil, proyek ini dapat menjadi acuan bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengatasi banjir perkotaan.

Publik kini menunggu bagaimana embung ini bekerja dalam menghadapi musim hujan mendatang. Efektivitasnya akan menjadi tolok ukur keberhasilan strategi pengendalian banjir yang tengah diupayakan secara serius oleh pemerintah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.