Drama VAR di San Siro: Gol Dianulir, Liverpool Pecundangi Inter Milan 1‑0

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Malam ini di Stadio Giuseppe Meazza, laga krusial fase grup UEFA Champions League mempertemukan Inter Milan melawan Liverpool. Duel berjalan panas, dengan satu gol yang akhirnya memutuskan nasib laga — meski sempat disertai kontroversi VAR.

Di babak pertama, Liverpool sempat berpesta kecil: sundulan dari Ibrahima Konaté nyaris menjadi gol ketika menerima assist dari tendangan sudut. Namun kegembiraan itu pupus sesaat — gol tersebut dianulir oleh wasit setelah review VAR, karena dinilai sebelumnya terjadi handball oleh pemain Liverpool.

Inter sempat mendapat momentum ketika pemain mereka berusaha menyerang. Namun serangan balik Liverpool juga kadang membahayakan, meskipun hingga turun minum skor tetap imbang.

Memasuki babak kedua, intensitas terus meningkat. Inter mencari celah lewat sektor sayap, sementara Liverpool mencoba menjaga keseimbangan sambil menunggu peluang. Namun hingga menit–menit akhir, skor masih 0‑0.

Drama terjadi pada masa injury time — ketika pelanggaran di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah pertimbangan VAR. Pelanggaran terjadi ketika bek Inter, Alessandro Bastoni, tampak menarik kaus pemain Liverpool, yang kemudian jatuh di kotak 16 meter.

Tendangan penalti diambil oleh Dominik Szoboszlai, yang dengan tenang menaklukkan kiper Inter untuk mengubah skor menjadi 1‑0. Gol ini bertahan hingga peluit panjang, memastikan kemenangan tipis bagi The Reds.

Kemenangan ini memberi angin segar bagi Liverpool, terutama di tengah kritik atas absennya pemain kunci dan ketidakstabilan performa dalam beberapa laga terakhir. Meski hanya satu gol, hasil ini penting untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Bagi Inter Milan, hasil ini jadi pukulan berat — terutama setelah mereka mampu mempertahankan performa solid di kandang. Anulirnya gol Konaté dan penalti di menit akhir tentu meninggalkan rasa kecewa mendalam, baik di antara pemain maupun suporter.

Reaksi dari publik dan kalangan sepakbola langsung memanas. Banyak yang mempertanyakan keputusan VAR dan interpretasi handball — terutama saat gol Konaté dibatalkan. Kritik pun muncul dari beberapa mantan pemain dan analis mengenai standar penerapan handball dalam situasi serupa.

Meski demikian, bagi Liverpool malam ini bisa dianggap sebagai bukti mental juang tinggi. Tanpa beberapa pemain utama dan dalam atmosfer yang sulit, mereka mampu menjaga konsistensi, bertahan hingga akhir, dan mengambil tiga poin penting.

Koefisien dan peluang di grup kini kembali terbuka. Dengan kemenangan ini, Liverpool mendapatkan momentum penting, sementara Inter harus mengevaluasi performa — terutama konsistensi lini belakang dan stamina dalam tekanan.

Laga ini menjadi pengingat bahwa di level tertinggi kompetisi klub Eropa, keputusan kecil — seperti satu pelanggaran atau penilaian VAR — bisa menentukan akhir dari sebuah pertandingan. Bagi fans dan pengamat, hasil ini akan terus diperbincangkan, baik soal keadilan keputusan maupun karakter tim di atas lapangan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.