Jakarta, Semangatnews.com – Aji Darmaji, suami mendiang komedian Mpok Alpa, akhirnya angkat bicara terkait kondisi putri sambungnya, Sherly, yang sempat dikabarkan menghilang. Ia memastikan bahwa Sherly kini telah menghubunginya, meski belum kembali ke rumah.
Menurut Aji, Sherly sudah memberikan kabar melalui pesan singkat. Dalam komunikasi tersebut, Sherly menyampaikan bahwa dirinya dalam kondisi aman dan sedang berada di rumah seorang teman.
Aji mengaku lega setelah menerima pesan tersebut. Ia menyebut kekhawatirannya sedikit berkurang setelah mengetahui putri sambungnya dalam keadaan baik, meskipun belum bisa bertemu langsung.
Ia mengatakan Sherly meminta waktu dan belum ingin pulang. Aji memilih menghormati permintaan tersebut sambil berharap komunikasi tetap terjalin dengan baik.
Peristiwa ini menjadi pengalaman pertama bagi Aji, karena selama ini Sherly dikenal sebagai anak yang selalu memberi kabar dan tidak pernah pergi tanpa pamit kepada keluarga.
Sejak kepergian Mpok Alpa, Sherly tinggal bersama Aji dan adik-adik kandungnya. Kehilangan sang ibu disebut memberi dampak emosional yang cukup besar bagi seluruh anggota keluarga.
Aji mengakui sempat panik saat beberapa hari tidak mendapatkan kabar dari Sherly. Ia bahkan mengaku sulit tidur karena terus memikirkan keselamatan putri sambungnya tersebut.
Situasi ini juga sempat bertepatan dengan agenda keluarga yang penting, sehingga menambah kekhawatiran Aji dan kerabat dekat yang ikut mencari informasi tentang keberadaan Sherly.
Meski begitu, Aji menegaskan tidak ingin memaksakan kehendak. Ia memilih pendekatan yang lebih tenang agar tidak menambah tekanan psikologis pada Sherly.
Keluarga berharap Sherly segera pulang atau setidaknya bersedia bertemu untuk berbicara secara langsung demi menyelesaikan persoalan yang ada dengan baik.
Perhatian publik turut tertuju pada kondisi keluarga Mpok Alpa, mengingat almarhumah merupakan figur publik yang dikenal luas dan dicintai masyarakat.
Aji berharap situasi ini segera membaik dan menjadi proses pembelajaran bagi keluarga untuk saling memahami, terutama dalam menghadapi masa duka dan penyesuaian setelah kehilangan orang terkasih.(*)
