KPK Periksa Dua Jaksa Kejari Hulu Sungai Utara Usai OTT di Kalsel, Uang Ratusan Juta Diamankan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan di Kalimantan Selatan yang menyeret dua oknum jaksa dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara. Operasi senyap tersebut berlangsung pada Kamis malam dan langsung menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum.

Dua jaksa yang diperiksa masing-masing menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dan Kepala Seksi Intelijen. Keduanya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

KPK menyampaikan bahwa operasi ini berawal dari informasi adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa terhadap pihak tertentu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya dilakukan penangkapan.

Dalam operasi tersebut, penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga berkaitan langsung dengan perkara yang sedang ditangani oleh para terperiksa.

Hingga saat ini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan. Penyidik juga terus mengembangkan perkara untuk memastikan konstruksi hukum dan alur dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

Sesuai dengan ketentuan hukum, KPK memiliki waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan. Penetapan tersangka akan dilakukan jika alat bukti dinilai telah mencukupi.

Juru bicara KPK menegaskan bahwa penindakan terhadap jaksa ini menjadi bentuk komitmen lembaga antirasuah dalam membersihkan praktik korupsi di lingkungan aparat penegak hukum. Tidak ada pihak yang kebal hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran.

KPK juga mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Sikap tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengungkapan perkara dan menjaga transparansi penegakan hukum.

Kasus ini menambah daftar operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025. Sejumlah pejabat publik dari berbagai daerah sebelumnya juga telah terjaring dalam operasi serupa.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi terkait pemeriksaan terhadap dua jaksa di Hulu Sungai Utara. Namun, institusi tersebut dipastikan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Pengungkapan kasus ini memicu perhatian luas masyarakat, terutama terkait integritas aparat penegak hukum. Publik berharap penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan tidak berhenti pada pelaku lapangan saja.

Kini masyarakat menanti langkah lanjutan KPK, termasuk pengumuman status hukum para jaksa yang diperiksa serta kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus yang tengah diusut tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.