Banjir Bandang Terjang Wisata Guci Tegal, BNPB Ingatkan Ancaman Susulan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan wisatawan yang tengah beraktivitas di area pemandian.

Arus banjir datang dari aliran sungai di kawasan hulu dengan membawa material lumpur, pasir, dan bebatuan. Luapan air yang deras langsung menyapu sejumlah fasilitas wisata, termasuk kolam pemandian yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan Guci.

Beberapa fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat kuatnya arus air. Material banjir menumpuk di area wisata, membuat sejumlah titik sulit diakses dan berpotensi membahayakan pengunjung.

Petugas gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BPBD, TNI, dan Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim melakukan asesmen awal guna memastikan kondisi aman serta membantu proses evakuasi dan pembersihan.

Hingga proses pendataan sementara dilakukan, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Meski demikian, pihak berwenang tetap meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area terdampak.

BNPB menetapkan penutupan sementara kawasan wisata Guci demi alasan keselamatan. Penutupan dilakukan hingga kondisi dinilai benar-benar aman dan seluruh fasilitas yang rusak dapat ditangani dengan baik.

Selain kerusakan fasilitas wisata, sejumlah infrastruktur penunjang seperti jembatan kecil dan saluran air dilaporkan hanyut atau tertimbun material banjir. Kondisi ini memperlambat akses menuju beberapa titik di kawasan wisata.

BNPB juga mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai di wilayah Kabupaten Tegal. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Potensi banjir kiriman dari wilayah hulu masih terbuka mengingat kondisi cuaca yang belum stabil. Curah hujan tinggi di daerah pegunungan dapat kembali memicu peningkatan debit air sungai secara cepat.

Kejadian banjir bandang ini terjadi di tengah akhir pekan saat kunjungan wisatawan meningkat. Sejumlah pengunjung dilaporkan panik dan segera meninggalkan lokasi saat arus air mulai meluap ke area pemandian.

Pemerintah daerah bersama pengelola wisata kini fokus melakukan pembersihan material banjir dan perbaikan fasilitas yang rusak. Upaya ini dilakukan agar kawasan wisata dapat kembali dibuka dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata alam. BNPB mengimbau pengelola dan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan peringatan dini guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.