Jakarta, Semangatnews.com – Tim nasional Mesir membuka perjalanan mereka di Piala Afrika 2025 dengan kemenangan penuh drama. Gol di masa injury time yang dicetak Mohamed Salah memastikan Mesir meraih tiga poin penting dalam laga perdana fase grup.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Mesir yang diunggulkan justru mendapat tekanan dari lawannya yang tampil berani dan disiplin, membuat jalannya laga berjalan sengit dan penuh duel di lini tengah.
Kejutan terjadi ketika lawan Mesir berhasil mencetak gol pembuka di babak pertama. Gol tersebut membuat Mesir tertinggal dan memaksa tim asuhan pelatih mereka meningkatkan intensitas serangan.
Mesir mencoba bangkit dengan menguasai penguasaan bola. Sejumlah peluang tercipta melalui sektor sayap, namun rapatnya pertahanan lawan membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Mesir tampil lebih agresif. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil ketika gol penyeimbang tercipta, menghidupkan kembali harapan tim Afrika Utara tersebut.
Setelah skor imbang, tempo pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun Mesir tampak lebih dominan dalam menciptakan peluang berbahaya.
Meski begitu, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap imbang hingga waktu normal hampir berakhir. Situasi ini membuat pertandingan seolah akan ditutup dengan hasil seri.
Drama terjadi di masa tambahan waktu. Mohamed Salah, yang tampil sebagai kapten tim, muncul sebagai pembeda ketika berhasil mencetak gol penentu kemenangan lewat penyelesaian klinis di dalam kotak penalti.
Gol tersebut langsung disambut euforia para pemain Mesir. Salah menjadi pahlawan yang menyelamatkan timnya dari hasil mengecewakan di laga pembuka turnamen.
Kemenangan ini memberi Mesir modal berharga untuk melangkah ke pertandingan selanjutnya di fase grup. Tiga poin perdana memperbesar peluang mereka melaju ke babak gugur.
Bagi Mohamed Salah, gol ini kembali menegaskan perannya sebagai pemain kunci Mesir. Kepemimpinannya di lapangan terbukti krusial dalam situasi sulit.
Sementara itu, lawan Mesir tetap mendapat apresiasi atas performa mereka yang solid dan berani. Meski kalah, permainan disiplin yang ditunjukkan menjadi sinyal bahwa mereka tetap berpotensi memberikan kejutan di laga berikutnya.
Dengan hasil ini, Piala Afrika 2025 langsung menyuguhkan drama sejak awal. Mesir melangkah dengan kepercayaan diri, sementara publik sepak bola Afrika disuguhi pertandingan pembuka yang sarat emosi dan ketegangan.(*)
