Pemko Padang Panjang Susun R3P, Fokus Pemulihan Pascabencana Tiga Tahun ke Depan

by -

Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang mulai menyusun Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai pedoman utama pemulihan wilayah terdampak bencana dalam tiga tahun ke depan. Penyusunan dokumen strategis ini merupakan tindak lanjut arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terarah dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra menegaskan, R3P memiliki peran penting sebagai dasar perencanaan pembangunan pascabencana. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama BNPB, Jumat (26/12), di Posko Penanganan Bencana.

Menurut Sonny, keberhasilan penyusunan R3P sangat bergantung pada kolaborasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai, dokumen ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah.

“R3P ini akan menjadi pedoman pembangunan pascabencana selama tiga tahun ke depan. Karena itu, seluruh OPD harus terlibat aktif dan bekerja secara serius agar dokumen yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan akurat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan serta validitas data kerusakan dan kerugian akibat bencana. Data tersebut harus dihimpun secara rinci, terukur, dan diklasifikasikan sesuai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga sektor sosial dan ekonomi.

Sebagai contoh, pada sektor pendidikan, Sonny menjelaskan bahwa data harus memuat jumlah bangunan sekolah yang terdampak, tingkat kerusakan, nilai kerugian, dampak terhadap layanan pendidikan, hingga estimasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Data yang disajikan harus jelas jenis, kriteria, dan skalanya. Jika masih terdapat keraguan, OPD diminta melakukan pengecekan ulang ke lapangan. Validasi data menjadi kunci utama agar perencanaan yang disusun tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sonny mengingatkan agar penyusunan R3P dilakukan secara terpadu antar-OPD, bukan berjalan sendiri-sendiri. Sinergi dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang menyeluruh dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ia berharap, melalui penyusunan R3P yang matang dan berbasis data kuat, Kota Padang Panjang dapat bangkit lebih cepat serta mampu membangun kembali wilayah terdampak dengan perencanaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Mari kita susun dokumen ini dengan sebaik-baiknya, agar proses pemulihan berjalan optimal dan tidak ada kebutuhan masyarakat yang terlewat,” tutupnya.(eti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.