“Jembatan Emas” Indonesia–Eurasia Terbentuk: Dagang RI–Kazakhstan Bidik Nilai US$2 Miliar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Eurasia memasuki babak baru setelah Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) menyelesaikan penandatanganan perjanjian dagang bebas yang dinilai sebagai “jembatan emas” untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua wilayah. Perjanjian ini dipandang membuka peluang besar bagi perluasan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU, termasuk Kazakhstan.

Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, menyebut FTA tersebut sebagai fondasi strategis yang dapat menggandakan nilai perdagangan bilateral dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, nilai dagang antara Indonesia dan Kazakhstan ditargetkan menembus angka antara 1,5 hingga 2 miliar dolar AS dalam tiga sampai lima tahun ke depan sebagai hasil implementasi perjanjian yang baru dirampungkan tersebut.

Fadjroel menggambarkan perjanjian ini sebagai “jembatan emas” yang membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia ke negara-negara Eurasia. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya memberikan peluang ekspor lebih besar, tetapi juga potensi impor komoditas strategis yang diperlukan oleh Indonesia.

Menurut Fadjroel, Kazakhstan memegang peran kunci dalam upaya ini karena posisinya sebagai salah satu ekonomi terbesar di kawasan Asia Tengah. Kerja sama dengan Kazakhstan dipandang sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau pasar Rusia, Armenia, Belarusia, dan Kyrgyzstan melalui jaringan EAEU yang terintegrasi.

Lebih lanjut, Dubes RI itu menggarisbawahi bahwa perjanjian dagang bebas akan membantu menurunkan hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini menjadi kendala dalam perdagangan bilateral. Pengurangan hambatan ini diperkirakan akan membuat produk Indonesia lebih kompetitif di pasar Eurasia.

Indonesia juga membuka peluang impor dari Kazakhstan dan negara anggota EAEU lainnya untuk komoditas seperti pupuk, besi baja, minyak mentah, hingga mineral strategis yang selama ini menjadi kebutuhan penting sektor industri nasional. Pertukaran barang ini diprediksi akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara di masa mendatang.

Fadjroel menyatakan optimisme bahwa kerja sama logistik, ketersediaan jalur transportasi, dan infrastruktur pendukung seperti rencana direct flight dan harmonisasi tarif bisa mempercepat arus barang antarnegara. Langkah-langkah teknis tersebut menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk meningkatkan efisiensi perdagangan.

Selain itu, keterlibatan BUMN dan perusahaan besar dari kedua negara serta kelompok usaha swasta dipandang sebagai faktor penting dalam mewujudkan target nilai dagang yang ambisius tersebut. Kolaborasi dalam sektor energi dan mineral disebut sebagai sektor unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Upaya diplomasi ekonomi ini merupakan bagian dari strategi lebih luas pemerintah dalam memperluas pasar dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. ASEAN, Uni Eropa, dan kini EAEU menjadi wilayah prioritas untuk diversifikasi kerja sama dagang Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia dan EAEU telah berada dalam perundingan FTA yang cukup panjang dan kini secara resmi telah dirampungkan. Penyelesaian substansial perjanjian ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius memperkuat perannya dalam percaturan ekonomi global dan membuka peluang bagi pelaku usaha nasional.

Para analis ekonomi menilai bahwa pencapaian ini bisa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor non-tradisional serta meningkatkan posisi dagang di kawasan yang belum sepenuhnya tergarap. Realisasi target perdagangan akan membawa dampak positif terhadap neraca perdagangan nasional.

Dengan ditandatanganinya perjanjian dagang bebas ini, Indonesia pun memasuki fase baru hubungan ekonomi dengan blok ekonomi besar di Eurasia. Hal ini sekaligus memberikan peluang strategis bagi pelaku usaha di dalam negeri untuk bersaing di panggung internasional dan memperluas jaringan perdagangan ke pasar yang lebih luas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.