Usia 75 Tahun, Diding Boneng Tetap Aktif di Teater dan Mendidik Generasi Baru

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Di usia 75 tahun, maestro teater Indonesia Diding Boneng masih menunjukkan semangat yang luar biasa dalam dunia seni pertunjukan. Ia tetap aktif berdiri di panggung teater dan terus berbagi ilmu dengan mahasiswa, membuktikan bahwa gairah berkarya tidak mengenal batasan usia.

Keaktifan Diding di dunia teater bukan sekadar nostalgia, tetapi bukti dedikasi panjangnya terhadap kesenian drama. Selama puluhan tahun berkiprah, ia menjadi salah satu figur penting yang ikut membentuk wajah teater kontemporer Indonesia dan menanamkan nilai kreativitas kepada generasi penerus.

Selain tampil di atas panggung, Diding juga kerap terlihat di ruang-ruang kuliah, di mana ia mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa jurusan seni pertunjukan. Para mahasiswa menyebutnya sebagai guru yang inspiratif karena kemampuannya menggabungkan pengalaman praktik dan teori seni.

Aktivitas di kampus membuat Diding tetap dekat dengan generasi muda. Ia sering memotivasi mahasiswa untuk berani bereksperimen, menghargai proses kreatif, dan terus mengasah kemampuan meskipun menghadapi penolakan atau kegagalan dalam karya mereka.

Rekan-rekan seprofesi dan para pegiat seni pun memberikan apresiasi terhadap semangat Diding yang tak pudar. Bagi mereka, ketekunan Diding menjadi inspirasi bahwa seni bukan sekadar profesi, tetapi juga panggilan hidup yang harus dijalani secara konsisten.

Dalam setiap penampilannya di panggung, Diding masih menunjukkan energi yang kuat. Penonton sering terkesima oleh cara ia membawakan peran dengan kedalaman emosi yang khas, sesuatu yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman panjang di dunia drama.

Diding sendiri mengakui bahwa seni teater memberinya energi dan alasan untuk terus berkarya. Menurutnya, panggung bukan hanya tempat menampilkan kreativitas, tetapi juga ruang dialog antara aktor dan penonton, serta cermin kehidupan manusia.

Di luar panggung dan ruang kelas, Diding aktif mengadakan lokakarya dan pelatihan bagi komunitas teater di berbagai wilayah Indonesia. Ia ingin memastikan bahwa pengetahuan dan teknik panggung bisa diakses oleh lebih banyak orang, tidak hanya yang berada di kota besar.

Beberapa mahasiswa mengaku bahwa kehadiran Diding sebagai pengajar telah mengubah cara mereka melihat seni pertunjukan. Mereka kini memahami bahwa teater bukan sekadar hiburan, tetapi medium kuat untuk menyampaikan gagasan dan memperkuat empati sosial.

Diding juga kerap berbagi cerita tentang sejarah teater Indonesia kepada murid-muridnya, menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya serta tanggung jawab untuk menjaga seni tetap relevan di era modern.

Walau usianya telah mencapai tujuh dekade lebih, Diding menolak ide untuk “pensiun” dari panggung atau dunia akademik. Ia percaya bahwa seni memberi hidup makna tersendiri yang tidak bisa dicabut hanya karena usia.

Dedikasi Diding Boneng menjadi teladan bagi banyak orang, menunjukkan bahwa berkarya adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Publik menantikan karya-karya Diding selanjutnya, baik di panggung teater maupun dalam dunia pendidikan seni pertunjukan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.