Jakarta, Semangatnews.com – Komika dan kreator konten Pandji Pragiwaksono kembali angkat suara terkait program MENS Rea, sebuah inisiatif yang digagasnya untuk mendorong literasi media dan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi. Dalam sebuah pernyataan publik terbaru, Pandji menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini jauh dari niat menjatuhkan figur politik tertentu.
Pandji menjelaskan bahwa MENS Rea dirancang sebagai alat edukatif bagi masyarakat luas untuk memahami cara kerja media serta pentingnya mengevaluasi informasi secara kritis. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memilah konten yang valid dan berkualitas di tengah maraknya konten hoaks dan misinformasi di berbagai platform digital.
Program ini populer karena pendekatannya yang lugas dan mudah dipahami, tidak hanya bagi generasi muda tetapi juga bagi kalangan dewasa yang aktif mengikuti perkembangan media sosial dan arus informasi global. Pandji menekankan bahwa pendekatan tersebut sama sekali tidak terkait dengan kepentingan politik praktis.
“Ini bukan untuk menyerang atau menjatuhkan siapa pun, termasuk politisi,” ujar Pandji saat ditemui media. Ia menambahkan bahwa inti dari MENS Rea adalah memberikan bekal literasi yang kuat agar publik mampu berpikir kritis terhadap setiap konten yang diterima, terlepas dari sumbernya.
Pandji juga menyampaikan bahwa keberadaan MENS Rea justru penting di masa di mana informasi sering disalahgunakan untuk kepentingan politik, ekonomi, atau sosial. Dengan kecakapan literasi media yang baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi manipulasi konten dan bias yang kerap muncul dalam pemberitaan maupun unggahan di internet.
Meski demikian, wacana literasi media seperti yang digaungkan Pandji kerap menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai program semacam ini bisa menjadi alat politik terselubung, tetapi Pandji menolak keras anggapan tersebut. Baginya, setiap tuduhan yang mengaitkan MENS Rea dengan kepentingan politik menunjukkan betapa pentingnya upaya literasi semacam ini.
Dalam pernyataannya, ia juga menggarisbawahi bahwa MENS Rea tidak memiliki afiliasi dengan satu pun partai politik atau kelompok kepentingan. Program ini murni berdiri sebagai inisiatif independen tanpa dukungan finansial besar dari entitas politik tertentu.
Lebih jauh, Pandji mengingatkan bahwa literasi media adalah kunci bagi masyarakat Indonesia untuk lebih resilient terhadap arus informasi yang tidak selalu akurat. Tanpa kecakapan ini, ia khawatir masyarakat akan semakin rentan terhadap klaim palsu yang bisa memecah belah masyarakat.
Respon publik terhadap penegasan Pandji ini pun beragam. Banyak pendukung literasi media yang memberikan apresiasi terhadap upaya tersebut, dan berharap bahwa program seperti MENS Rea bisa semakin diperluas jangkauannya ke berbagai kalangan, termasuk di sekolah dan komunitas pemuda.
Tidak hanya itu, beberapa tokoh masyarakat juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif Pandji ini sebagai langkah positif dalam memperkuat ruang publik yang sehat di era digital. Mereka menilai kecakapan literasi media adalah salah satu fondasi penting dalam demokrasi modern.
Pandji pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung upaya peningkatan kemampuan literasi media di Indonesia. Ia percaya bahwa dengan pemahaman media yang baik, masyarakat akan lebih mampu bersikap kritis namun tetap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Menutup pernyataannya, Pandji menegaskan kembali komitmen MENS Rea untuk terus berfokus pada pendidikan masyarakat tanpa terjebak pada narasi politik praktis. Ia berharap program ini bisa menjadi warisan positif bagi generasi mendatang di tengah kompleksitas informasi global saat ini.(*)
