Daftar Lengkap Kru dan Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros Terungkap

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Identitas para korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mulai terungkap secara resmi. Pesawat tersebut diketahui membawa total 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang saat insiden tragis terjadi.

Pesawat ATR 42-500 itu tengah menjalankan penerbangan khusus sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak. Beberapa waktu kemudian, tim pencarian dan pertolongan menemukan lokasi jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan dengan medan yang cukup ekstrem.

Tiga penumpang dalam penerbangan tersebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang menjalankan tugas kedinasan. Ketiganya diketahui memiliki peran penting dalam kegiatan pengawasan dan survei yang berkaitan dengan sumber daya kelautan.

Penumpang pertama tercatat atas nama Ferry Irawan yang bertugas sebagai analis pengawasan kapal. Sementara penumpang kedua adalah Deden Mulyana yang menjabat sebagai pengelola aset negara. Penumpang ketiga bernama Yoga Naufal yang berperan sebagai operator foto udara.

Sementara itu, dari unsur kru pesawat, pilot yang bertanggung jawab atas penerbangan tersebut adalah Kapten Andi Dahananto. Ia didampingi oleh Farhan Gunawan yang bertugas sebagai kopilot atau second in command dalam penerbangan itu.

Selain dua awak kokpit, terdapat pula kru teknis yang berada di dalam pesawat. Mereka adalah Hariadi, Restu Adi P, dan Dwi Murdiono yang menjalankan fungsi teknis serta operasional untuk mendukung kelancaran penerbangan.

Dua kru lainnya merupakan pramugari yang bertugas memberikan pelayanan dan memastikan keselamatan selama penerbangan. Keduanya diketahui bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Pesawat dilaporkan kehilangan kontak saat melintas di wilayah udara Sulawesi Selatan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di lereng pegunungan. Lokasi jatuhnya pesawat menyulitkan proses evakuasi karena akses yang terbatas dan kondisi alam yang tidak bersahabat.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban. Proses tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat cuaca dan medan yang cukup berbahaya.

Hingga saat ini, proses identifikasi korban masih terus berlangsung. Tim medis dan forensik telah disiagakan untuk memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi juga telah turun tangan untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan. Berbagai data penerbangan dan kondisi teknis pesawat akan dianalisis guna mengungkap faktor yang memicu insiden tersebut.

Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Pemerintah memastikan seluruh proses evakuasi, identifikasi, dan investigasi dilakukan secara profesional dan transparan hingga tuntas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.