Jakarta, Semangatnews.com – Operasi pencarian pesawat ATR yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan enam jenazah korban pada hari keenam pencarian di medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
Penemuan enam jenazah tersebut dilakukan di area lereng gunung yang masih berada di sekitar titik jatuhnya pesawat. Lokasi penemuan berada dalam radius puluhan meter dari titik korban yang lebih dulu ditemukan sebelumnya.
Petugas menyebutkan kondisi jenazah telah mengalami perubahan fisik akibat lamanya waktu sejak kecelakaan terjadi. Meski demikian, proses identifikasi tetap akan dilakukan secara menyeluruh oleh tim forensik begitu jenazah berhasil dievakuasi.
Medan ekstrem menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan evakuasi. Tim SAR harus menghadapi kontur berbatu, jurang curam, serta kabut tebal yang kerap menyelimuti kawasan Gunung Bulusaraung.
Untuk mengevakuasi jenazah, tim menggunakan teknik penyelamatan khusus dengan sistem penarikan vertikal. Jalur darat dinilai terlalu berisiko sehingga proses evakuasi dilakukan melalui jalur atas menuju titik aman.
Seluruh personel SAR gabungan dikerahkan secara maksimal, termasuk dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas selama proses evakuasi berlangsung.
Dengan penemuan ini, jumlah korban pesawat ATR yang berhasil ditemukan terus bertambah. Sebelumnya, beberapa jenazah telah lebih dulu dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses identifikasi.
Pesawat ATR tersebut diketahui mengalami kecelakaan saat menjalani penerbangan domestik. Sejak dinyatakan hilang kontak, operasi pencarian besar-besaran langsung dilakukan di wilayah pegunungan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
Selain pencarian korban, tim juga terus menyisir area sekitar untuk menemukan sisa puing pesawat yang dapat membantu proses investigasi. Setiap temuan dicatat dan diamankan sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan.
Penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat masih terus berlangsung. Data dan temuan dari lokasi kejadian akan dianalisis lebih lanjut oleh pihak terkait guna mengungkap faktor yang menyebabkan insiden tragis tersebut.
Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala dalam kelanjutan operasi SAR. Meski begitu, tim tetap berkomitmen melanjutkan pencarian selama kondisi masih memungkinkan.
Keluarga korban terus menunggu kabar dengan penuh harap di posko operasi. Mereka berharap seluruh korban dapat segera ditemukan agar dapat dimakamkan secara layak.
Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan nasional. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan aspek keselamatan penerbangan, khususnya pada rute yang melintasi wilayah pegunungan.(*)
