Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato penting dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin dunia, tokoh bisnis, dan ekonom global, Prabowo memaparkan arah besar pembangunan Indonesia yang menitikberatkan pada stabilitas, transformasi ekonomi, serta penguatan sumber daya manusia di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Dalam pembukaannya, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas global merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa konflik dan ketidakpastian hanya akan menghambat kesejahteraan bersama, sehingga kerja sama internasional menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi dunia yang saling terhubung.
Presiden kemudian menyoroti langkah Indonesia dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui kebijakan strategis yang berorientasi jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen membangun ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu poin utama pidato Prabowo adalah peran Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia. Lembaga ini disebut sebagai instrumen penting untuk mengelola aset negara secara profesional sekaligus menarik investasi global. Prabowo menegaskan bahwa Danantara membuka peluang kemitraan setara antara Indonesia dan investor internasional.
Menurut Prabowo, Danantara bukan hanya wadah pengelolaan dana, melainkan simbol kepercayaan dan peluang. Pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk benar-benar berdampak pada pembangunan sektor strategis, termasuk infrastruktur, energi, industri hijau, dan transformasi digital.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahannya. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ia mengungkapkan bahwa program tersebut telah menjangkau jutaan penerima manfaat dan terus diperluas secara bertahap. Prabowo menekankan bahwa kebijakan sosial harus dirancang sebagai investasi jangka panjang yang memperkuat ketahanan bangsa, bukan sekadar bantuan sesaat.
Selain sektor pangan, pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama lainnya. Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terus memperbaiki kualitas pendidikan melalui renovasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar generasi muda Indonesia siap bersaing di tingkat global.
Di bidang kesehatan, Prabowo menegaskan pentingnya layanan preventif melalui program pemeriksaan kesehatan gratis. Menurutnya, masyarakat yang sehat merupakan modal utama produktivitas nasional dan akan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Prabowo juga menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien. Transparansi anggaran, penegakan hukum, serta kepastian regulasi disebut sebagai faktor krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mitra internasional.
Pidato Presiden Indonesia di Davos mendapat perhatian luas karena memadukan agenda ekonomi dengan pesan moral tentang perdamaian, keadilan, dan kolaborasi global. Prabowo mengajak dunia untuk tidak terjebak dalam rivalitas sempit, melainkan membangun masa depan bersama yang saling menguntungkan.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis bagi komunitas global. Dengan sumber daya besar, stabilitas politik, dan visi pembangunan yang jelas, Indonesia ingin tampil sebagai kekuatan ekonomi baru yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(*)
