Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Spanyol menyatakan secara resmi menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sikap tersebut menegaskan posisi Madrid yang tetap berpegang pada sistem multilateral dan mekanisme perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Penolakan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dalam forum internasional bersama para pemimpin Uni Eropa. Ia menilai inisiatif pembentukan dewan baru di luar PBB berpotensi melemahkan tatanan global yang selama ini diakui bersama.
Menurut Sánchez, Spanyol menghargai setiap upaya perdamaian dunia, namun proses tersebut harus dilakukan melalui kerangka hukum internasional yang sah. PBB dinilai tetap menjadi forum utama dan paling legitim untuk menyelesaikan konflik global.
Dewan Perdamaian bentukan Trump sebelumnya diperkenalkan sebagai wadah baru untuk memediasi konflik internasional, termasuk isu-isu geopolitik yang tengah memanas. Inisiatif ini diklaim bertujuan mempercepat terciptanya stabilitas dan keamanan dunia.
Namun, sejak awal gagasan tersebut menuai kritik dari sejumlah negara. Banyak pihak menilai pembentukan dewan baru justru dapat menimbulkan tumpang tindih kewenangan dengan lembaga internasional yang sudah ada.
Spanyol juga menyoroti komposisi Dewan Perdamaian yang dinilai belum inklusif. Absennya sejumlah pihak penting dalam konflik global dianggap dapat mengurangi legitimasi dan efektivitas proses perdamaian yang ingin dibangun.
Selain itu, kekhawatiran muncul terkait potensi politisasi lembaga tersebut. Beberapa negara Eropa menilai Dewan Perdamaian berisiko lebih mencerminkan kepentingan politik negara tertentu ketimbang kepentingan bersama komunitas internasional.
Keputusan Spanyol menolak bergabung mendapat perhatian luas karena negara tersebut dikenal aktif dalam diplomasi internasional dan konsisten mendukung multilateralisme. Sikap ini sekaligus mencerminkan pandangan sebagian besar negara Uni Eropa.
Di tingkat regional, Uni Eropa disebut masih membahas sikap bersama terhadap inisiatif Dewan Perdamaian. Banyak negara anggota memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan fungsi dan arah lembaga tersebut.
Pedro Sánchez menegaskan bahwa penolakan ini tidak berarti Spanyol menutup diri terhadap upaya perdamaian. Madrid tetap berkomitmen mendukung dialog dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi yang diakui secara internasional.
Penolakan Spanyol juga dinilai sebagai sinyal kuat pentingnya menjaga peran PBB di tengah munculnya berbagai inisiatif baru dalam diplomasi global. Negara-negara Eropa khawatir fragmentasi mekanisme perdamaian justru akan melemahkan upaya kolektif dunia.
Dengan sikap ini, Spanyol menempatkan dirinya di barisan negara yang ingin mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan. Keputusan tersebut menegaskan bahwa perdamaian global, menurut Madrid, harus dibangun melalui kerja sama inklusif dan legitim di bawah payung PBB.(*)
