Jakarta, Semangatnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan langkah penyidikan lanjutan dalam kasus yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Kali ini, penyidik menggeledah sebuah koperasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan tim sukses Sudewo saat pemilihan kepala daerah.
Penggeledahan berlangsung di sebuah koperasi simpan pinjam yang berada di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sejumlah petugas KPK tampak berada di lokasi selama beberapa jam untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan dokumen yang ada.
Aksi penggeledahan tersebut menyita perhatian warga sekitar. Mereka menyaksikan langsung aktivitas penyidik yang keluar masuk gedung koperasi dengan membawa sejumlah koper dan kardus yang diduga berisi barang bukti.
Informasi yang beredar menyebutkan koperasi tersebut diduga dikelola atau memiliki hubungan dengan salah satu anggota tim sukses Sudewo. Dugaan inilah yang membuat KPK memperluas lokasi penggeledahan di luar kantor pemerintahan.
Langkah ini menunjukkan bahwa penyidikan tidak hanya menyasar aktor utama, tetapi juga jaringan yang diduga terlibat dalam aliran dana atau praktik korupsi. KPK menelusuri kemungkinan adanya peran pihak lain yang turut menikmati hasil tindak pidana tersebut.
Kasus yang menjerat Sudewo sendiri berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Dalam operasi tersebut, Sudewo ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lain.
Penyidik menduga telah terjadi praktik pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan adanya permintaan sejumlah uang kepada kepala desa atau calon perangkat desa.
Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi lain, termasuk kantor bupati dan rumah dinas Sudewo. Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dokumen penting serta barang bukti lain yang relevan dengan perkara.
Penggeledahan koperasi ini dinilai sebagai upaya memperkuat konstruksi perkara, khususnya terkait penelusuran aliran dana hasil dugaan pemerasan. KPK berupaya memastikan seluruh jalur transaksi dapat terungkap secara terang.
Hingga kini, KPK belum membeberkan secara rinci temuan dari penggeledahan tersebut. Namun, langkah ini menandakan bahwa penyidikan masih berjalan intensif dan belum berhenti pada penetapan tersangka awal.
Kasus ini menimbulkan perhatian luas di tengah masyarakat Pati. Banyak pihak berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan tuntas hingga ke akar persoalan.
Dengan penggeledahan yang terus dilakukan di berbagai lokasi, publik menantikan perkembangan lanjutan dari penyidikan KPK, termasuk kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara yang menyeret Bupati Pati nonaktif tersebut.(*)

