Pakar Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori: Program MBG Baik, Hanya Caranya Salah

by -

Pakar Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori: Program MBG Baik, Hanya Caranya Salah

SEMANGATNEWS.COM. Program unggulan pemerintah pusat berupa Makan Bergizi Gratis- MBG belum reda dari pronkontra. Mereka yang pro tentu dengan argumen yang kuat. Begitu juga dengan yang kontra dengan dalih yang tak kalah hebatnya.
Namun yang jelas tak lama Presiden Prabowo dilantik program itu langsung tancap gas. Tentu saja dalam pelaksanaan ada plus minusnya.
Pakar Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori kepada Semangatnews com, mengatakan bahwa program ini baik, hanya saja caranya yang salah.
Jika ingin meningkatkan gizi anak bangsa serahkan saja pengelolaannya ke daerah. Daerahkan sudah diberi hak otonom, sebut Defiyan Cori.

“Sekarang kita melihat semuanya terpusat di Jakarta, bahkan tenderpun di pusat, kapan daerah kebagian dalam menggerakkan perekonomian daerahnya. Janganlah tender di pusat, libatkan koperasi sekolah bukan
lewat yayasan yang bermitra dengan PT. Ini cari rente namanya!,” tegas Cory.

Dikatakan, masak berpikirnya pemerintah pusat masih *terpusat* juga diera otonomi daerah? Kenapa semuanya harus proyek pusat? Bandingkan saja cara berinvestasi di Vietnam, semua urusan perizinan di Provinsi, pemerintah (pusat) hanya regulator dan pengawasannya. Begitulah pertumbuhan dan pemerataan ekonomi mereka bangun!

Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 adalah Rp71 triliun. Dana ini dialokasikan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditujukan untuk belanja bahan makanan, logistik, serta operasional pelaksanaan program. Target awal penerima manfaat MBG tahun 2025 adalah sekitar 19,47 juta orang, namun target ini akan dinaikkan menjadi 82,9 juta orang di tahun 2026.

Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 telah disetujui oleh DPR RI sebesar Rp335 triliun, yang merupakan 43,56% dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun.
Anggaran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, serta memberdayakan UMKM dan mendorong ekonomi lokal.

“Janganlah sampai kita yang rasional terdidik justru jadi pendukung buta atau _die hard_ nya Presiden Prabowo Subianto! Katakan SALAH, jika SALAH! Dan akui BENAR jika memang BENAR!, tegas Defiyan Cory yang pakar Ekonomi Konstitusi jebolan UGM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.