Purbaya Tegaskan Ekonomi Indonesia Tak Perlu Takut Meski Gonjang-ganjing

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menarik perhatian publik dengan pernyataannya yang tegas soal dinamika ekonomi nasional. Dalam sebuah orasi ilmiah di acara wisuda universitas, ia menolak narasi pesimis tentang masa depan perekonomian dan menyampaikan sikap yang lugas di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Purbaya mengatakan banyak pihak terlalu fokus pada gejolak ekonomi global tanpa melihat kekuatan fundamental ekonomi domestik Indonesia. Menurutnya, ketergantungan terhadap ekonomi global hanya sekitar sepuluh persen, sementara sekitar 90 persen pertumbuhan berasal dari permintaan dalam negeri, sebuah fakta yang menurutnya memberikan landasan kuat bagi stabilitas nasional.

Di depan para wisudawan, ia menyindir sikap pesimis dengan satu ungkapan yang cukup kontroversial namun menggambarkan ketegasan pandangannya. Ia mengatakan bahwa ketika menghadapi gonjang-ganjing ekonomi, pihaknya lebih memilih sikap berani dibandingkan rasa takut.

Purbaya menekankan bahwa perekonomian Indonesia telah memasuki fase ekspansi sejak tahun 2023 dan berpeluang mempertahankan momentum pertumbuhan selama beberapa tahun ke depan, bahkan hingga tahun 2033 jika pengelolaan kebijakan ekonomi dijalankan secara cermat. Hal ini ia sampaikan untuk meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia sedang tidak dalam krisis berkepanjangan.

Menurutnya, istilah “gonjang-ganjing” adalah bagian dari siklus ekonomi yang wajar. Seperti halnya bisnis pada umumnya, perekonomian dapat mengalami naik dan turun, namun Indonesia memiliki struktur ekonomi yang mampu menyangga fluktuasi tersebut.

Lebih jauh, Purbaya menyatakan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan. Ia mendorong lulusan baru untuk ikut serta dalam memajukan ekonomi domestik melalui inovasi, kewirausahaan, dan kontribusi terhadap berbagai sektor usaha produktif.

Menyinggung tentang kekhawatiran masyarakat terhadap pengaruh global, Purbaya mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tidak perlu tergantung pada faktor eksternal. Ia menilai bahwa permintaan dalam negeri yang kuat menjadi basis kuat pertumbuhan, sehingga negara memiliki kendali lebih besar terhadap arah perekonomian.

Pernyataan tegas tersebut datang di tengah berbagai tantangan global, termasuk tekanan inflasi, perubahan kebijakan moneter negara maju, dan ketidakpastian pasar global. Namun Purbaya menilai semua itu dapat dihadapi jika fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan terjaga.

Ia juga menyinggung pentingnya optimisme dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, ketakutan yang berlebihan terhadap kondisi global justru dapat menghambat semangat inovasi dan investasi domestik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Sejumlah analis ekonomi menilai pernyataan Purbaya mencerminkan strategi komunikasi pemerintah untuk memperkuat kepercayaan pasar dan masyarakat. Penekanan pada demand domestik dan prospek ekspansi panjang diyakini dapat membantu membentuk sentimen positif di kalangan pelaku usaha dan investor.

Meskipun demikian, beberapa pengamat juga mengingatkan bahwa tantangan struktural tetap ada dan perlu diatasi melalui kebijakan yang konsisten. Mereka menilai pernyataan tegas seperti itu harus disertai dengan langkah konkret dalam reformasi ekonomi nasional agar target pertumbuhan tetap realistis.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pernyataan Purbaya telah memicu diskusi publik yang luas. Bagi sebagian kalangan, ungkapan “go to hell” terhadap kekhawatiran ekonomi dipandang sebagai bentuk semangat untuk menghadapi tantangan, sementara bagi lainnya menjadi bahan evaluasi terhadap cara komunikasi pemerintah dalam menyampaikan narasi kebijakan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas makro dan mendorong pertumbuhan yang inklusif, sambil memastikan ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak global yang terus berubah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.