Jakarta, Semangatnews.com – Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, kembali menunjukkan performa impresif di ajang Dubai Duty Free Tennis Championships. Dalam turnamen level WTA 1000 tersebut, Janice tampil meyakinkan di dua sektor sekaligus, tunggal dan ganda, membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain paling berkembang di musim ini.
Di nomor tunggal, Janice mencatat kemenangan penting atas petenis asal Kanada, Leylah Fernandez. Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama, namun Janice mampu menjaga fokus di momen-momen krusial untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dan melangkah ke babak berikutnya.
Permainan solid dari baseline menjadi kunci keberhasilan Janice. Ia mampu mengontrol tempo pertandingan dengan variasi pukulan forehand dan backhand yang tajam, sekaligus meminimalkan kesalahan sendiri saat reli panjang terjadi. Ketangguhannya dalam tie-break juga menunjukkan kematangan mental yang semakin terasah.
Keberhasilan di sektor tunggal tak membuatnya kehilangan fokus di nomor ganda. Berpasangan dengan petenis Republik Ceko, Marie Bouzkova, Janice juga tampil kompak dan agresif. Keduanya menunjukkan chemistry yang kuat sepanjang pertandingan babak awal.
Duet ini harus melewati laga sengit hingga super tie-break sebelum memastikan kemenangan. Ketangguhan di poin-poin akhir memperlihatkan koordinasi yang semakin solid, terutama dalam menutup ruang lawan di depan net dan memaksimalkan servis pertama.
Performa ganda yang stabil menjadi nilai tambah bagi Janice di turnamen ini. Kemampuannya beradaptasi cepat dengan ritme berbeda antara tunggal dan ganda memperlihatkan kualitas teknis serta stamina yang prima di tengah jadwal padat kompetisi.
Musim ini memang menjadi periode kebangkitan bagi Janice. Ia menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsistensi permainan, baik di turnamen level menengah maupun di ajang besar seperti di Dubai. Kepercayaan dirinya tampak meningkat setiap kali menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Banyak pengamat menilai Janice kini bermain dengan pendekatan yang lebih taktis. Ia tidak lagi sekadar mengandalkan power, tetapi juga cerdas membaca arah permainan dan memanfaatkan celah dari kelemahan lawan.
Dukungan dari tim pelatih dan persiapan fisik yang matang juga berperan besar dalam lonjakan performanya. Janice terlihat lebih kuat secara mental, terutama saat menghadapi tekanan dalam pertandingan tiga set atau tie-break panjang.
Hasil positif di Dubai menjadi sinyal kuat bahwa Janice siap bersaing secara konsisten di level elite. Turnamen kategori WTA 1000 dikenal memiliki persaingan ketat karena diikuti para pemain papan atas dunia, sehingga setiap kemenangan memiliki arti besar.
Publik tenis Indonesia pun menaruh harapan tinggi pada kelanjutan kiprahnya. Keberhasilan Janice menembus babak-babak penting di turnamen internasional membuka peluang untuk memperbaiki peringkat dunia dan memperluas pengaruh tenis Indonesia di panggung global.
Dengan performa yang terus menanjak, Janice Tjen kini bukan sekadar peserta di turnamen besar, melainkan pesaing serius yang patut diperhitungkan. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin namanya akan semakin sering menghiasi daftar unggulan di berbagai turnamen bergengsi dunia.(*)
