Target 6% Di Ambang Tangan, Purbaya Sebut Strategi Ganda Bakal Dongkrak Ekonomi RI

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada *tahun 2026 bisa tembus di angka 6 persen, atau bahkan lebih, menyusul hasil positif yang terlihat sejak akhir tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta kemarin, menanggapi data pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 yang menunjukkan angka 5,39 persen sebagai dasar kepercayaan pemerintah.

Menurut Purbaya, kunci untuk mencapai target ambisius tersebut terletak pada pengoperasian dua mesin pendorong utama yang berjalan bersamaan, yakni sektor swasta dan berbagai stimulus fiskal dari pemerintah. Ia menekankan bahwa kedua elemen ini kini benar-benar dihidupkan untuk bersinergi dan mendorong laju aktivitas ekonomi domestik.

Di sektor swasta, langkah peningkatan likuiditas serta perbaikan iklim investasi menjadi fokus utama pemerintah, termasuk penyelesaian hambatan birokrasi yang selama ini menghambat laju investasi. Purbaya mengungkapkan bahwa Satgas Debottlenecking telah bekerja intens untuk menyelesaikan berbagai masalah usaha yang mengganggu pengusaha, dengan puluhan kasus hambatan usaha telah ditangani.

“Fiskal kita hidupkan, moneter sudah mulai jalan, sektor swasta pun ikut bergerak. Secara hitungan di atas kertas, angka 6 persen itu terlihat sangat mungkin,” ujar Purbaya sembari optimistis bahwa reformasi iklim usaha di Indonesia mulai menunjukkan hasil.

Selain itu, perlindungan terhadap daya beli masyarakat juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Belanja pemerintah lewat paket stimulus seperti dukungan Rp55 triliun untuk Lebaran dan Gaji ke-13 dirancang untuk mendorong konsumsi domestik, yang disebut Purbaya sebagai motor penting bagi percepatan ekonomi.

Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal sebagai upaya melindungi pelaku usaha dan menjaga stabilitas pasar domestik. Purbaya percaya bahwa integritas pasar yang kuat akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Optimisme pemerintah juga diperkuat oleh proyeksi belanja negara pada kuartal pertama 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar Rp809 triliun, sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas konsumsi tetap kuat. Data ini menunjukkan bahwa langkah fiskal akan terus dipacu sejak awal tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Kita mempercepat belanja pemerintah tepat waktu dan tepat sasaran agar dampaknya terasa luas,” tulis laporan proyeksi ekonomi kuartal I yang dikutip dalam pernyataan resmi Kemenkeu.

Target pertumbuhan di kisaran 6 persen juga mendapat dukungan dari berbagai analisis yang menunjukkan bahwa prospek ekonomi Indonesia masih cukup kuat meskipun tantangan global seperti ketidakpastian pasar internasional dan stagnasi investasi menjadi hambatan potensial. Namun, pemerintah tetap yakin bahwa kebijakan terkoordinasi bisa meminimalkan risiko tersebut.

Purbaya menambahkan bahwa Indonesia kini memasuki fase ekspansi ekonomi jangka panjang, yang ia prediksi akan berlangsung hingga periode 2030–2033. Periode ini diharapkan membawa momentum tambahan untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Lebih jauh, komitmen pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan tinggi juga menjadi bagian dari strategi nasional jangka panjang guna mendukung cita-cita Indonesia Emas pada 2045, dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sebagai tujuan utama.

Dengan indikator yang terus bergerak ke arah positif dan kebijakan ekonomi yang agresif namun terukur, Purbaya menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap masa depan ekonomi nasional, karena semua kebijakan dirancang untuk memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.