Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas batangan produksi Antam kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Data terbaru dari laman resmi Logam Mulia menunjukkan harga emas melonjak Rp40.000 per gram sehingga berada di level Rp3.068.000 per gram, melanjutkan tren kenaikan setelah beberapa hari terakhir.
Lonjakan harga ini membuat harga emas batangan Antam menembus angka yang relatif tinggi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, mencerminkan sentimen kuat di pasar logam mulia. Fluktuasi global dan dinamika nilai tukar rupiah turut mempengaruhi pergerakan harga emas di pasar domestik.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga meningkat. Buyback emas batangan saat ini berada di level sekitar Rp2.854.000 per gram, naik sekitar Rp41.000 dibandingkan pekan lalu.
Kenaikan harga emas Antam tampaknya tak hanya dirasakan oleh investor besar, tetapi juga menarik minat para pemilik emas skala kecil. Berbagai ukuran pecahan emas, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, tercatat mengalami peningkatan harga.
Ukuran terkecil, 0,5 gram, kini dipasarkan di kisaran lebih dari Rp1,5 juta. Sementara untuk pegraman besar seperti 5 gram dan 10 gram, harganya mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, menunjukkan permintaan yang meningkat di segmen ritel.
Para analis menyebut dinamika harga emas ini dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang masih tidak menentu. Aset safe haven seperti emas sering menjadi pilihan investor ketika ada ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang bergerak fluktuatif turut menjadi faktor pendorong kenaikan harga logam mulia. Rupiah yang cenderung melemah membuat nilai aset yang dihargai dalam mata uang lokal ikut terangkat.
Penguatan harga emas Antam ini juga mendorong meningkatnya aktivitas pembelian di sejumlah butik logam mulia dan outlet resmi distribusi. Permintaan emas fisik dari masyarakat diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Analis pasar menyarankan investor untuk memperhatikan tren harga harian karena emas memiliki karakter volatil yang dapat berubah cepat dalam jangka pendek. Di tengah tren kenaikan, peluang profit bagi investor jangka menengah pun dianggap masih ada.
Namun demikian, investor juga diingatkan untuk tetap berhati-hati mengingat harga emas dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, seperti suku bunga bank sentral utama dunia. Setiap kebijakan baru dapat berdampak pada harga emas domestik.
Dengan level harga yang terus menguat, emas Antam kembali menjadi sorotan para pelaku pasar sebagai instrumen investasi alternatif yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi.(*)
